Kuwait Laporkan Serangan di Pos Perbatasan dan Anjungan Minyak Lepas Pantai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Jul 2026, 14:31
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Ilustrasi - Serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. (Antara)

Ntvnews.id, Kuwait City - Pemerintah Kuwait melaporkan tiga pos perbatasan darat di wilayah utara menjadi sasaran serangan yang mengakibatkan kerusakan material. Selain itu, serangan pesawat nirawak juga menghantam sebuah anjungan minyak lepas pantai hingga menyebabkan seorang pekerja terluka.

Dalam pernyataan yang diunggah di platform X pada Minggu, 12 Juli 2026, Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait menyebut anjungan minyak yang diserang merupakan fasilitas milik Kuwait Oil Company yang berada di perairan teritorial negara tersebut.

Hingga kini, otoritas militer Kuwait belum mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Baca JugaIran Bantah Serang Kuwait, Tuding Rudal Patriot AS

Insiden itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah Amerika Serikat kembali melancarkan putaran ketiga serangan terhadap sejumlah target di Iran. Pada saat yang sama, media Iran melaporkan bahwa Teheran telah melakukan serangan balasan ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait, Bahrain, dan Qatar.

Baca JugaIran Serang Fasilitas Militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai Balasan Serangan AS

Sementara itu, Otoritas Selat Teluk Persia (Persian Gulf Strait Authority) Iran pada Minggu, 12 Juli 2026 mengumumkan bahwa pelayaran melalui Selat Hormuz untuk sementara tidak dapat dilakukan. Keputusan tersebut dikaitkan dengan "pergerakan ilegal" armada Amerika Serikat di kawasan dalam beberapa waktu terakhir.

Perkembangan ini terjadi meskipun Amerika Serikat dan Iran sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman perdamaian pada pertengahan Juni lalu.

(Sumber: Antara)

 
 
 
x|close