Ntvnews.id, Taheran - Iran dan Oman menyepakati kelanjutan konsultasi mengenai situasi di Selat Hormuz setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi melakukan kunjungan ke Muscat, Oman, pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Minggu, 12 Juli 2026, menyatakan bahwa pengaturan pelayaran di Selat Hormuz ke depan harus diputuskan melalui konsultasi antara Iran dan Oman.
"Oman dan Iran sepakat untuk melanjutkan dialog di tingkat politik, hukum, dan teknis untuk mencapai pemahaman bersama mengenai jaminan keselamatan navigasi di Selat Hormuz," kata Baghaei dikutip dari Anadolu, Senin, 13 Juli 2026.
Baghaei juga mengungkapkan bahwa delegasi Qatar turut ambil bagian dalam pembahasan yang berlangsung di Oman. Qatar disebut berperan sebagai salah satu negara mediator dalam dialog antara Iran dan Amerika Serikat.
Baca Juga: Iran Umumkan Penutupan Selat Hormuz hingga Waktu yang Belum Ditentukan
Di sisi lain, Juru Bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Rezaei, menegaskan bahwa Teheran kini menguasai Selat Hormuz.
"Kami telah menguasai Selat Hormuz dengan kekuatan militer, dan kami akan mempertahankannya dengan kekuatan militer juga," kata Rezaei melalui akun X.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Minggu, 12 Juli 2026 pagi menyatakan bahwa Selat Hormuz ditutup hingga waktu yang belum ditentukan di tengah meningkatnya eskalasi serangan antara Iran dan Amerika Serikat.
"Tidak ada kapal yang boleh melewati Selat Hormuz," tulis pihak IRGC dalam keterangan resmi.
Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 ini menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh perahu cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Xinhua/HO ISNA/Morteza Akhoundi (Antara)