Ntvnews.id, Taheran - Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah kedua negara terlibat aksi saling serang dalam beberapa hari terakhir. Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan negaranya tidak akan pernah menyerah dalam menghadapi konfrontasi tersebut.
"Mengakhiri perang adalah prioritas bagi negara-negara di dunia, namun setiap orang harus tahu bahwa konfrontasi ini tidak akan pernah berakhir dengan penyerahan diri Iran," ujar Ghalibaf sebagaimana dilaporkan kantor berita ISNA dan dikutip dari AFP, Sabtu, 11 Juli 2026.
"Setiap kali pihak Amerika mengkhianati pemahaman (perjanjian), kami sepenuhnya siap untuk mempertahankan diri. Kami akan berdiri teguh melawan mereka dan mengamankan hak-hak rakyat Iran," tambahnya saat menggelar pertemuan bilateral dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI.
Sepanjang pekan ini, Washington dan Teheran diketahui telah beberapa kali terlibat aksi saling serang.
Amerika Serikat menuding Iran dengan sengaja menyasar kapal-kapal komersial di perairan internasional sebelum akhirnya melancarkan serangan balasan. Sementara itu, Iran mengklaim telah menghantam sejumlah aset militer AS di kawasan Timur Tengah menggunakan pesawat nirawak (drone) dan rudal.
Baca Juga: PBB Desak AS dan Iran Kembali Berunding
Padahal, kedua negara baru menandatangani kesepakatan tiga pekan lalu yang bertujuan mengubah gencatan senjata menjadi perdamaian jangka panjang. Namun, rangkaian serangan yang terjadi selama dua hari berturut-turut hingga Kamis justru memicu kekhawatiran akan kembali pecahnya perang regional berskala besar.
Ghalibaf juga mengungkapkan bahwa dalam proses perundingan dengan Washington, dirinya pernah menyampaikan secara langsung kepada Wakil Presiden AS JD Vance mengenai sikap Iran.
"Kami tidak memiliki kepercayaan kepada Anda," cetus Ghalibaf mengulang pernyataannya kepada JD Vance.
"Dari sudut pandang saya, mereka yang bisa bernegosiasi dengan Amerika adalah mereka yang memang sudah siap untuk berperang," lanjutnya.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump pada Jumat menyatakan telah memberikan persetujuan untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran. Meski demikian, ia kembali menegaskan bahwa masa gencatan senjata antara kedua negara telah berakhir.
Sementara itu, delegasi dari Qatar sebagai pihak mediator dilaporkan telah tiba di Iran pada Jumat guna melakukan pembicaraan intensif menyusul meningkatnya eskalasi konflik antara Washington dan Teheran.
Ilustrasi - Miniatur bendera Amerika Serikat dan Iran. (Antara)