Ntvnews.id, Jakarta - Perwakilan pemerintah Indonesia berangkat ke Iran. Mereka pergi ke sana guna menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Keberangkatan ini diungkap salah seorang perwakilan RI, Ketua MPR RI Ahmad Muzani melalui akun media sosial miliknya.
Muzani berangkat bersama dengan Menteri Luar Negeri dan beberapa pimpinan ormas Islam.
"Malam ini saya bersama Menteri Luar Negeri Sugiono, Ketua Umum PBNU Gus Yahya, serta Ketua PP Muhammadiyah Prof Syafiq Mughni bertolak ke Masyhad, Iran dalam rangka memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei," tulis akun Instagram @ahmadmuzani2, dalam unggahannya, dikutip Jumat, 10 Juli 2026.
Muzani lantas memohon dukungan masyarakat Indonesia. Ia berharap kunjungan mereka berjalan lancar.
"Mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar perjalan kami diberikan kelancaran serta keselamatan dari Allah SWT sampai kami tiba kembali ke Tanar Air," tuturnya.
Sebelumnya, Muzani menjelaskan bahwa ia menghadiri upacara pemakaman pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebagai utusan khusus Presiden Prabowo Subianto, bukan dalam kapasitas sebagai Ketua MPR.
"Saya dihubungi Menteri Luar Negeri bahwa Presiden meminta kami mewakili rakyat dan bangsa Indonesia untuk datang ke Iran menghadiri upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei," ujar Muzani di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
Muzani mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto menugaskan dirinya bersama Menteri Luar Negeri Sugiono untuk menghadiri upacara pemakaman yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2026.
Kehadirannya merupakan penugasan sebagai utusan khusus Presiden sehingga tidak mewakili MPR sebagai lembaga negara.
Merespons pandangan mengenai kedudukan Presiden dan MPR sebagai lembaga negara yang setara, Muzani mengatakan Presiden sebagai kepala negara memiliki kewenangan menentukan pihak yang mewakili Indonesia dalam suatu acara kenegaraan.
"MPR dan Presiden itu sama-sama lembaga negara, tetapi Presiden adalah kepala negara yang memiliki kewenangan untuk menentukan siapa yang layak mewakili negara," tuturnya.
Muzani pun mengaku tak pernah mengajukan diri untuk menjadi delegasi Indonesia dan tidak mengetahui pertimbangan khusus Presiden menunjuk dirinya.
"Saya enggak pernah tanya," ucapnya.
Ahmad Muzani hingga Menteri Luar Negeri Sugiono, jelang keberangkatan ke Iran. (Instagram)