Iran Nilai Serangan AS Melanggar Kesepakatan Gencatan Senjata

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jul 2026, 17:33
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Miniatur bendera Amerika Serikat dan Iran. Ilustrasi - Miniatur bendera Amerika Serikat dan Iran. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Pemerintah Iran menilai serangan militer terbaru yang dilancarkan Amerika Serikat terhadap sejumlah pusat pemantauan dan pengawasan di pesisir selatan negaranya sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional sekaligus kesepakatan gencatan senjata.

Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut bahwa "tentara teroris AS" melancarkan serangan pada Rabu dini hari, 8 Juli 2026, yang menyasar beberapa fasilitas pemantauan dan pengawasan di sepanjang garis pantai selatan Iran.

Menurut kementerian tersebut, aksi militer itu merupakan "pelanggaran terang-terangan" terhadap Pasal 2(4) Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang melarang penggunaan kekerasan terhadap integritas wilayah maupun kemerdekaan politik suatu negara.

Selain itu, Iran juga menuduh Washington telah melanggar pasal pertama dalam perjanjian gencatan senjata yang disepakati kedua negara, yang mengharuskan seluruh operasi militer dihentikan.

Baca Juga: Angkatan Bersenjata Iran Tegaskan Akan Membalas Serangan AS di Wilayah Iran Selatan

Sebelumnya, pada Rabu, 17 Juni 2026, Iran dan Amerika Serikat mencapai nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri konflik militer serta membuka jalan menuju perjanjian damai yang bersifat permanen.

Di sisi lain, stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan seorang personel Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tewas akibat serangan AS di Banda Mahshahr.

Kantor Humas Angkatan Laut Ketiga Korps Basij Imam Hussein di Bandar Mahshahr mengidentifikasi korban sebagai anggota Basij yang bertugas di satuan tersebut. Mereka menyatakan korban meninggal dunia setelah terlibat bentrokan dengan drone musuh pada Rabu dini hari.

Baca Juga: AS Klaim Serang Lebih dari 80 Target di Iran

Sementara itu, militer Amerika Serikat menyampaikan bahwa mereka telah melancarkan gelombang serangan baru ke Iran dengan menghantam lebih dari 80 sasaran. Langkah tersebut disebut sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintas di Selat Hormuz.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menegaskan operasi itu dilakukan "sebagai tanggapan langsung terhadap serangan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz."

(Sumber: Antara)

x|close