Ntvnews.id, Washington - Militer Amerika Serikat mengklaim telah melancarkan gelombang serangan baru ke wilayah Iran dengan menyasar lebih dari 80 target. Operasi tersebut, menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), dilakukan sebagai respons atas serangan terbaru Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.
Dalam pernyataan yang dirilis Selasa malam, 7 Juli 2026, CENTCOM menyebut sasaran serangan meliputi sistem pertahanan udara Iran, jaringan komando dan kendali, radar pantai, kemampuan rudal anti-kapal, serta lebih dari 60 perahu kecil milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang berada di dalam maupun sekitar Selat Hormuz.
"Sebagai balasan langsung atas serangan terbaru Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz," menurut pernyataan CENTCOM.
CENTCOM menyatakan operasi tersebut ditujukan untuk mengurangi kemampuan Iran yang dinilai terus mengancam jalur perdagangan internasional di kawasan tersebut.
Baca Juga: AS dan Iran Hentikan Serangan Sementara, Bahas Selat Hormuz dalam Pertemuan di Doha
"Pasukan CENTCOM tetap siaga dan siap meminta pertanggungjawaban Iran jika perjanjian (gencatan senjata) tidak dipatuhi," demikian pernyataan tersebut.
Di sisi lain, media pemerintah Iran pada Rabu pagi melaporkan adanya sejumlah ledakan yang terjadi di beberapa wilayah bagian selatan negara itu.
Sebelumnya pada Selasa, 7 Juli 2026, Qatar memanggil Wakil Duta Besar Iran di Doha untuk menyampaikan protes atas dugaan serangan Iran terhadap kapal milik Qatar, Al Rekayyat, di sekitar Selat Hormuz.
Menanggapi tuduhan tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei membantah keterlibatan negaranya. Ia menegaskan Iran tetap berkomitmen menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Baca Juga: Trump Pastikan Iran Tak Kenakan Biaya bagi Kapal yang Melintas di Selat Hormuz
"Kapal-kapal yang menggunakan rute yang tidak dikoordinasikan dengan otoritas Iran akan menghadapi risiko dan mengganggu upaya Republik Islam Iran untuk memfasilitasi lalu lintas yang aman di Selat Hormuz," kata Baghaei.
Sementara itu, media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan sebuah kapal tanker minyak milik Qatar yang berupaya melintasi rute Oman melalui Selat Hormuz dengan pengawalan Angkatan Laut AS menjadi sasaran setelah disebut mengabaikan peringatan berulang dari pasukan Iran.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Situasi di Selat Hormuz menunjukkan kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang berlabuh di Teluk Oman, lepas pantai Muscat, Oman, pada Minggu, 21 Juni 2026. (Antara)