Ntvnews.id, Cirebon - PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan kereta rel listrik (KRL) akan kembali melayani penumpang di Stasiun Gambir setelah proyek revitalisasi stasiun tersebut selesai. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan akses masyarakat menuju kawasan Monumen Nasional (Monas).
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan pihaknya akan menambah dua jalur khusus bagi operasional KRL di Stasiun Gambir.
"Nanti kita tambahkan dua jalur lagi (untuk KRL)," kata Bobby saat berdiskusi dengan awak media dalam perjalanan menggunakan Kereta Wisata dari Yogyakarta ke Jakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut Bobby, penambahan jalur tersebut bertujuan mempermudah masyarakat yang hendak menuju Monas. Selama ini, akses transportasi menuju kawasan tersebut dinilai belum memadai.
Baca Juga: Transformasi Stasiun Gambir: KRL dan Kereta Jarak Jauh Akan Terintegrasi
Ia menjelaskan, setelah revitalisasi yang ditargetkan rampung pada 2028, penumpang KRL sudah dapat naik maupun turun langsung di Stasiun Gambir sehingga akses menuju pusat Jakarta menjadi lebih mudah.
Bobby menegaskan jalur KRL nantinya akan dipisahkan dari jalur kereta api jarak jauh (KAJJ). Dengan demikian, operasional kedua layanan tidak akan menggunakan peron yang sama.
"Kita tidak akan satu platform antara KRL dan KJJ untuk jalur terpisah. Kami lakukan supaya mempermudah orang Jabodetabek mengakses Monas," ujarnya.
Menurutnya, keberadaan layanan KRL di Stasiun Gambir juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor, karena masyarakat memiliki pilihan transportasi umum yang lebih mudah menuju kawasan Monas.
Baca Juga: KAI Siapkan Renovasi Besar Stasiun Gambir, Ditargetkan Jadi Stasiun Nasional Terintegrasi KRL
Ia menilai kondisi lalu lintas dan kawasan sekitar Monas juga akan menjadi lebih baik apabila akses menggunakan transportasi publik semakin optimal.
"Kalau kita tidak turunkan KRL di Gambir orang ke Monas menggunakan apa? Akhirnya mereka kembali menggunakan mobil, motor, ujung-ujungnya macet serta kumuh lagi," katanya.
(Sumber: Antara)
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin saat berdiskusi dengan awak media saat perjalan Kereta Luar Biasa (KLB) Kereta Wisata, Rabu, 8 Juli 2026. (Antara)