PBB Kecam Serangan Rasis Senator Paraguay Terhadap Kylian Mbappe

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jul 2026, 05:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kylian Mbappe Kylian Mbappe (IG TIMNAS PRANCIS)

Ntvnews.id, Jakarta - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras pernyataan bernada rasis yang dilontarkan Senator Paraguay Celeste Amarilla kepada penyerang Timnas Prancis, Kylian Mbappe. Organisasi internasional tersebut menyebut tindakan politikus Paraguay itu sebagai perbuatan yang tidak dapat diterima.

Juru bicara Kantor Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, Thameen Al-Kheetan, menegaskan bahwa komentar Amarilla merupakan bentuk pelecehan rasial yang mencederai martabat manusia.

"Komentar rasis dan merendahkan martabat manusia terhadap pemain sepak bola Prancis Kylian Mbappe oleh senator Paraguay Celeste Amarilla adalah tindakan tercela dan, sayangnya, bukan insiden tunggal," kata Al-Kheetan, seperti dikutip dari AFP, Rabu, 8 Juli 20256.

Al-Kheetan menilai insiden tersebut bukan satu-satunya kasus rasisme yang terjadi sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Menurutnya, fenomena diskriminasi rasial masih menjadi persoalan serius dalam dunia olahraga, termasuk sepak bola.

"Laporan mengenai insiden rasisme selama Piala Dunia FIFA 2026 mencerminkan fenomena yang lebih luas dalam dunia sepak bola dan olahraga pada umumnya," jelas Al-Kheetan.

Ia juga menekankan bahwa para pejabat publik memiliki tanggung jawab moral untuk memerangi rasisme, diskriminasi, dan ujaran kebencian.

Baca Juga: Kylian Mbappe Borong Dua Gol, Prancis Hajar Irak 3-0 dan Dekati Tiket 32 Besar

"Pejabat publik memiliki tanggung jawab lebih besar untuk menentang rasisme, diskriminasi, dan ujaran kebencian dalam pernyataan mereka," sambungnya.

Selain itu, Al-Kheetan meminta pemerintah dan organisasi olahraga mengambil langkah aktif untuk mencegah segala bentuk diskriminasi. Ia juga menilai perusahaan media sosial memiliki peran penting dalam menindak penyebaran ujaran kebencian di platform digital.

"Perusahaan media sosial juga memiliki tanggung jawab untuk mencegah dan menangani diskriminasi rasial serta pelecehan yang bersifat xenofobik di platform mereka," ujar Al-Kheetan.

Kontroversi bermula setelah Senator Paraguay Celeste Amarilla melontarkan komentar bernada rasis kepada Mbappe usai Prancis menyingkirkan Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Dalam salah satu unggahannya, Amarilla menyebut Mbappe sebagai "orang Kamerun yang terjajah yang benar-benar berpura-pura menjadi orang Prancis, pahit, kaya baru, arogan, dan jelek", serta menuduh sang pemain "ketakutan setengah mati" selama pertandingan.

Pernyataan tersebut memicu kecaman luas di Prancis. Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari, menyebut komentar Amarilla sebagai tindakan "menjijikkan, memalukan, dan semakin tidak dapat diterima karena berasal dari seorang politisi".

Mbappe sendiri turut merespons pernyataan tersebut melalui akun media sosial X. Ia mengecam keras sikap Amarilla dan menilai senator itu tidak pantas menduduki jabatannya.

"Nyonya Celeste Amarilla, Anda adalah wanita yang hina dan tidak layak menduduki posisi Anda," tulis Mbappe di X.

Ia kemudian menambahkan, "Anda tidak mewakili Paraguay, negara yang telah berjuang dengan semangat dan kehormatan sepanjang kompetisi," tegas Mbappe.

x|close