Presiden Jerman Desak Reformasi Besar-besaran PBB

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Jul 2026, 05:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier. Arsip foto - Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier. (Antara)

Ntvnews.id, Berlin - Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menyerukan reformasi mendasar terhadap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di tengah meningkatnya tekanan terhadap tatanan internasional berbasis aturan. Pernyataan itu disampaikan Steinmeier pada Senin, 29 Juni 2026 dalam pembukaan Konferensi Keberlanjutan Hamburg.

Dalam pidatonya, Steinmeier memperingatkan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi tantangan besar terhadap sistem internasional yang selama beberapa dekade menjadi landasan hubungan antarnegara.

Berbicara di hadapan peserta konferensi, Steinmeier menyatakan bahwa masyarakat internasional tengah memasuki era ketika norma dan aturan global yang telah lama berlaku semakin menghadapi ancaman.

"Kita hidup di zaman ketika aturan internasional yang telah memandu kita selama beberapa dekade kini terancam, ketika beberapa negara kuat tidak lagi mengakui aturan-aturan ini dan dengan berani melanggarnya ketika aturan-aturan tersebut menghalangi kepentingan kekuasaan mereka sendiri," katanya, menurut laporan media Suddeutsche Zeitung, dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 1 Juli 2026.

Steinmeier menilai dinamika politik internasional saat ini semakin didominasi oleh politik kekuatan, persaingan dengan pola pikir menang-kalah, serta meningkatnya konfrontasi antarnegara. Kondisi tersebut, menurutnya, telah menggeser prinsip-prinsip kerja sama yang selama ini menjadi fondasi sistem internasional.

Baca Juga: Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Nagelsmann: Ruang Ganti Penuh Kecewa

Ia juga menyoroti meningkatnya kecenderungan penggunaan kekuasaan secara agresif dalam hubungan internasional.

"Semangat kebrutalan dan kekejaman sedang melanda politik internasional," tambah Steinmeier.

Meski demikian, Presiden Jerman menegaskan bahwa mundur dari kerja sama multilateral bukanlah solusi yang tepat untuk menghadapi tantangan global saat ini.

Menurut Steinmeier, keberadaan PBB tetap penting, tetapi organisasi internasional tersebut harus melakukan perubahan signifikan agar mampu menjawab tantangan zaman dan mempertahankan relevansinya di tengah perubahan geopolitik dunia.

Gedung PBB di New York, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu Agency/pri. <b>(Antara)</b> Gedung PBB di New York, Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)

"Penarikan diri dari Perserikatan Bangsa-Bangsa akan menjadi tindakan yang picik dan fatal. Namun demikian, PBB harus berubah, harus menjadi lebih efisien dan efektif, harus membuktikan bahwa ia dapat memberikan hasil yang lebih baik daripada para pemimpin otoriter dengan fantasi kemahakuasaan mereka," katanya.

Pernyataan Steinmeier muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, konflik bersenjata di berbagai kawasan, serta kritik yang terus berkembang terhadap efektivitas lembaga-lembaga internasional dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia.

x|close