47 Orang Meninggal Akibat Gempa NTT, Ratusan Rumah Rusak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Agu 2026, 22:44
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
TNI membantu korban gempa di pelabuhan NTT. TNI membantu korban gempa di pelabuhan NTT.

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui informasi terkait penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Lebih dari 40 warga meninggal dunia serta ratusan rumah mengalami kerusakan.

"Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Petugas pun telah mengevakuasi dan melakukan perawatan medis terhadap para korban luka-luka. BNPB serta pihak lainnya mengirim bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana.

Data sementara per pukul 17.00 WIB, Sabtu, 15 Agustus 2026, total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas Pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lain.

Sementara, Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin Muchlisin, merinci korban di Kabupaten Manggarai Timur tercatat ada 11 orang meninggal dunia dan yang luka-luka ada 24 orang. Lalu, di Kabupaten Sikka ada 3 orang meninggal dan 2 orang luka-luka.

Di Kabupaten Manggarai Barat, tercatat ada 1 orang meninggal dunia dan 2 orang terluka. Selanjutnya, Kabupaten Manggarai itu ada 24 orang korban jiwa dan yang 22 orang korban luka. Sedangkan di Kabupaten Nagekeo terdapat 1 orang meninggal dunia.

"Sampai dengan saat ini tim masih bekerja di lapangan dan kita juga berharap kita memanfaatkan golden hour pada 72 jam semenjak kejadian kita bisa menyelamatkan dan berupaya untuk bisa mengevaluasi seluruh korban yang terdampak adanya bencana. Kita semua berharap dengan semua dukungan seluruh potensi SAR Nasional yang ada di seluruh wilayah Indonesia," papar dia.

Menurutnya, Basarnas Kantor Pusat juga akan menuju lokasi terdampak. Kata dia, helikopter Basarnas juga sudah dikerahkan dan saat ini berada di Bandara Ngurah Rai dan drone untuk diisi di sana.

"Kemudian tadi sore kami juga monitor kekuatan kapal KN Puntadewa dari Maumere juga sudah tiba di Pelabuhan Waingapu untuk melaksanakan kegiatan evakuasi yang ada di sana," tandasnya.

x|close