PBB Ungkap Puluhan Ribu Warga Gaza Alami Gangguan Pendengaran akibat Perang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jun 2026, 18:02
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Arsip - Anak-anak korban serangan Israel di Jalur Gaza, Palestina. Arsip - Anak-anak korban serangan Israel di Jalur Gaza, Palestina. (Antara)

Ntvnews.id, New York - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa puluhan ribu warga Palestina di Jalur Gaza mengalami gangguan pendengaran akibat paparan suara ledakan berulang dari serangan udara Israel sejak Oktober 2023.

Dalam laporan yang dirilis bertepatan dengan Hari Internasional Tuna Netra-Tuna Rungu pada Sabtu, 27 Juni 2026, PBB juga mengungkapkan bahwa banyak penyandang disabilitas di Gaza kehilangan berbagai alat bantu yang mereka butuhkan, seperti kursi roda dan alat bantu dengar.

Menurut PBB, konflik yang terus berlangsung di Jalur Gaza telah memperburuk kondisi dan kerentanan para penyandang disabilitas.

Baca Juga: Israel Kembali Gempur Lebanon Selatan, Serang 2 Kota di Tengah Gencatan Senjata

Banyak dari mereka tidak mampu mendengar peringatan evakuasi, kesulitan melihat jalur yang harus dilalui, atau tidak dapat berpindah tanpa bantuan orang lain. Kondisi tersebut membuat mereka menghadapi risiko yang lebih besar di tengah perubahan cepat wilayah berbahaya dan lokasi pengungsian.

PBB juga menyoroti bahwa mayoritas warga Jalur Gaza masih hidup dalam situasi tidak aman serta mengalami pengungsian berulang dalam jangka waktu yang panjang. Di saat yang sama, akses terhadap berbagai layanan dasar masih sangat terbatas.

Badan dunia itu menilai kondisi di lokasi-lokasi pengungsian yang padat, bangunan yang rusak, serta tempat penampungan sementara yang minim air bersih, fasilitas sanitasi, dan layanan perlindungan yang memadai semakin menyulitkan kehidupan penyandang disabilitas di Gaza.

Baca Juga: Komisi PBB Tuding Israel Targetkan Anak-anak Palestina dalam Operasi Militer di Gaza

Selain itu, PBB kembali mengingatkan bahwa kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, perempuan, anak-anak, dan lanjut usia, merupakan pihak yang paling terdampak oleh konflik yang hingga kini masih berlangsung di wilayah kantong Palestina tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close