Korban Tewas di Gaza Tembus 1.005 Orang Sejak Gencatan Senjata

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jun 2026, 07:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Serangan militer Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan 910 warga Palestina sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Anadolu Agency/pri. Arsip foto - Serangan militer Israel di Jalur Gaza dilaporkan telah menewaskan 910 warga Palestina sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Gaza - Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 1.005 warga Palestina meninggal dunia akibat operasi militer Israel sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai diberlakukan pada Oktober 2025.

Dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 19 Juni 2026, jumlah korban terus meningkat seiring serangan yang nyaris terjadi setiap hari di berbagai kawasan Jalur Gaza.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah serangan pesawat tanpa awak Israel menghantam beberapa kota dan kamp pengungsian di wilayah Gaza tengah serta Kota Gaza. Rentetan serangan tersebut menjadi faktor terbaru yang menambah angka korban jiwa sejak kesepakatan gencatan senjata diterapkan.

Di Khan Younis, Gaza selatan, serangan Israel pada Rabu, 17 Juni 2026 menewaskan dua warga Palestina dan menyebabkan enam orang lainnya mengalami luka-luka. Rumah Sakit Nasser menyebut para korban saat itu berada di dekat pesisir kawasan kamp tenda Al-Mawasi yang menjadi tempat tinggal ratusan ribu pengungsi Palestina.

Dikutip dari NPR, militer Israel mengonfirmasi serangan tersebut dan mengatakan sasaran operasi adalah seorang "teroris". Namun, pihak militer tidak memberikan penjelasan lebih rinci terkait identitas target. Di sisi lain, keluarga korban menyatakan serangan itu justru mengenai sekelompok warga sipil yang berada di lokasi kejadian.

Baca Juga: Iran Hentikan Perundingan dengan AS, Desak Israel Akhiri Serangan di Lebanon dan Gaza

Israel menegaskan operasi militernya di Gaza masih berlangsung dengan tujuan menargetkan Hamas dan kelompok-kelompok sekutunya. Sementara itu, Israel dan Hamas saling melontarkan tuduhan terkait dugaan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah dicapai.

Dalam pernyataan terpisah pada hari yang sama, militer Israel mengklaim telah membunuh dua anggota Hamas dan Jihad Islam Palestina dalam serangan yang dilancarkan pada akhir pekan lalu. Israel juga menyebut operasi militer yang dijalankannya telah memperluas area yang berada di bawah kendalinya di Jalur Gaza.

Pada Minggu, 14 Juni 2026, Kementerian Kesehatan Gaza menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal akibat perang Israel-Hamas telah melampaui 73.000 orang. Kementerian itu tidak memisahkan data korban sipil dan kombatan, meski statistik yang mereka keluarkan selama ini kerap dianggap cukup kredibel oleh komunitas internasional.

Konflik berkepanjangan tersebut bermula ketika kelompok bersenjata yang dipimpin Hamas menyerang wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023. Serangan itu menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 orang lainnya disandera. Sebagai balasan, Israel melancarkan operasi militer besar-besaran ke Gaza dengan tujuan menghancurkan Hamas serta membebaskan para sandera.

x|close