Ntvnews.id, Tepi Barat - Seorang bayi Palestina berusia tujuh bulan dilaporkan meninggal dunia setelah terkena tembakan yang dilepaskan pasukan Israel. Insiden tersebut juga menyebabkan kedua orang tua bayi itu mengalami luka-luka.
Peristiwa tragis yang terjadi pada Jumat, 5 Juni 2026, tersebut menimpa satu keluarga Palestina saat berada di wilayah Tepi Barat yang diduduki.
“Kejadian berlangsung ketika tentara Israel menembaki mobil keluarga tersebut di daerah Tel Rumeida di Tepi Barat selatan yang diduduki,” menurut Kementerian Kesehatan Palestina, seperti dikutip dari Anadolu, Senin, 8 Juni 2026.
Kementerian Kesehatan Palestina menyebut korban bayi yang tewas bernama Sam Abu Haikal. Ayahnya, Fahd Abdul Aziz Abu Haikal, merupakan seorang dosen di Universitas Bethlehem yang tinggal bersama istri dan anaknya di Bethlehem.
Baca Juga: Korban Tewas Serangan Israel di Lebanon Tembus 3.500 Orang
Saat kejadian, keluarga tersebut diketahui tengah melakukan perjalanan menuju rumah ibu Fahd yang berada di kawasan Tel Rumeida, pusat Kota Hebron.
Dalam penembakan itu, pasukan Israel melepaskan peluru tajam yang mengenai tangan Fahd. Sang istri juga mengalami luka akibat peluru yang sama. Peluru tersebut kemudian menembus rahang bayi mereka yang masih berusia tujuh bulan.
Ketiga korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawa Sam Abu Haikal tidak dapat diselamatkan.
Wilayah Tepi Barat yang diduduki mengalami peningkatan operasi militer Israel, penangkapan warga Palestina, serta ekspansi permukiman dalam beberapa tahun terakhir. Situasi tersebut semakin memanas sejak pecahnya perang Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023.
Serangan Israel terhadap salah satu rumah sakit di wilayah Lebanon. (ANTARA/Xinhua) (Antara)