Ntvnews.id
Dalam laporan terbaru yang dirilis otoritas kesehatan Lebanon, disebutkan bahwa dalam kurun 24 jam terakhir saja terdapat 67 korban jiwa dan 257 orang terluka akibat rangkaian serangan yang masih berlangsung di berbagai wilayah.
Baca Juga: UNIFIL Beri Penghormatan Terakhir untuk Praka Rico Pramudia di Beirut
Sebelumnya, kantor berita nasional Lebanon, NNA, melaporkan bahwa seorang jenderal militer Lebanon bersama sopirnya tewas setelah kendaraan yang mereka tumpangi menjadi sasaran serangan di sebuah jalan raya di kawasan Lebanon selatan.
Meski telah terdapat kesepakatan gencatan senjata, militer Israel dilaporkan masih melancarkan serangan ke wilayah Lebanon selatan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran atas stabilitas keamanan di kawasan perbatasan yang hingga kini masih rentan terhadap eskalasi konflik.
Baca Juga: Trump Ancam Netanyahu Lewat Istri Agar Tak Lanjutkan Serangan ke Pinggiran Beirut
Pemerintah Lebanon berulang kali menyatakan bahwa serangan yang terus dilakukan Israel merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara. Selain itu, Beirut menilai tindakan tersebut menghambat upaya pemulihan keamanan dan stabilisasi di wilayah selatan Lebanon.
(Sumber: Antara)
Serangan Israel terhadap salah satu rumah sakit di wilayah Lebanon. (ANTARA/Xinhua) (Antara)