Ntvnews.id, Beirut - Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, mengumumkan bahwa pemerintah akan segera menempatkan pasukan tentara di wilayah selatan Lebanon. Langkah tersebut menjadi bagian awal dari implementasi kesepakatan gencatan senjata yang baru dicapai dengan Israel.
Pernyataan itu disampaikan Salam pada Kamis, 4 Juni 2026, sehari setelah Lebanon dan Israel mencapai kesepakatan di Washington terkait penerapan gencatan senjata.
"Langkah selanjutnya praktis dan nyata penempatan tentara Lebanon di zona percontohan sebagai fase pertama," kata Salam, menurut pernyataan yang dibacakan Menteri Informasi Paul Morcos setelah rapat kabinet dilansir dari AFP, Jumat, 5 Juni 2026.
Meski demikian, Salam menegaskan bahwa pengerahan tentara ke wilayah selatan tidak berarti Beirut mengendurkan tuntutannya agar Israel sepenuhnya menarik pasukannya dari wilayah Lebanon.
"Ini tidak mengurangi hak kita untuk penarikan penuh (Israel), tetapi membawa kita lebih dekat ke sana," ujarnya.
Baca Juga: Sekjen PBB Dorong Kehadiran Pasukan Baru di Lebanon
Berdasarkan pernyataan bersama yang diterbitkan setelah pembicaraan di Washington, kedua negara menyepakati pembentukan sebuah "zona percontohan" di Lebanon bagian selatan. Dalam kawasan tersebut, tanggung jawab keamanan akan sepenuhnya berada di tangan tentara Lebanon.
Pasukan Lebanon nantinya akan memegang kendali eksklusif atas keamanan di wilayah itu tanpa keterlibatan aktor bersenjata non-negara. Namun, kesepakatan tersebut mendapat penolakan dari Hizbullah, kelompok yang selama ini memiliki pengaruh besar di kawasan selatan Lebanon.
Sebelumnya, upaya gencatan senjata untuk menghentikan konflik di Lebanon dijadwalkan mulai berlaku pada 17 April. Akan tetapi, kesepakatan tersebut tidak berjalan sesuai harapan karena pelanggaran terus terjadi di lapangan.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), lebih dari 600 orang dilaporkan meninggal dunia di Lebanon sejak gencatan senjata yang diumumkan pada 17 April lalu. Situasi tersebut menunjukkan bahwa tantangan dalam menjaga perdamaian masih cukup besar meskipun kesepakatan baru telah dicapai antara Lebanon dan Israel.
Orang-orang terlihat di jalan-jalan wilayah Dahieh setelah dimulainya gencatan senjata sementara selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada 17 April 2026 di Beirut, Lebanon. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri. (Antara)