Trump Akan Akhiri Gencatan Senjata Jika Tentara AS Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jun 2026, 16:30
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump disebut belum berencana mengakhiri kesepakatan gencatan senjata yang saat ini berlaku dengan Iran, kecuali apabila terjadi insiden yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari pihak militer Amerika Serikat.

Informasi tersebut diungkapkan harian The Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sejumlah pejabat terkait. Menurut laporan itu, Trump masih memilih mempertahankan jalur diplomasi meskipun situasi antara Washington dan Teheran tetap berada dalam kondisi yang sensitif pasca-konflik beberapa bulan terakhir.

Dalam wawancara dengan podcast Pod Force One pada Rabu, 3 Juni 2026, Trump menyatakan bahwa penyelesaian secara diplomatik masih menjadi opsi yang lebih diutamakan. Ia menilai pendekatan tersebut penting dari sisi kemanusiaan. Meski demikian, Trump juga berpendapat bahwa kemungkinan dilanjutkannya serangan militer dapat menjadi faktor yang memberikan jaminan bahwa konflik serupa tidak kembali terjadi.

Baca Juga: Donald Trump Belum Yakin AS dan Iran Capai Kesepakatan

Laporan WSJ menyebutkan bahwa Trump siap menghadapi berbagai insiden berskala kecil yang mungkin muncul dalam beberapa pekan hingga beberapa bulan mendatang tanpa harus langsung mengakhiri kesepakatan gencatan senjata yang telah tercapai.

Sumber yang sama juga mengungkapkan bahwa pemerintahan AS saat ini berusaha menghindari pecahnya perang besar di kawasan Timur Tengah. Washington disebut berupaya menjaga stabilitas kawasan sambil terus memantau perkembangan hubungan dengan Iran.

Ketegangan antara kedua negara meningkat setelah pada 28 Februari lalu Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban di kalangan sipil.

Baca Juga: Donald Trump Ancam Lanjutkan Serangan ke Iran

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan yang menyasar wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Teheran menyebut langkah tersebut sebagai tindakan pertahanan diri.

Pada 7 April, Amerika Serikat dan Iran akhirnya mengumumkan kesepakatan gencatan senjata guna meredakan eskalasi konflik. Namun, upaya melanjutkan proses perdamaian melalui perundingan yang berlangsung di Islamabad belum membuahkan hasil signifikan karena kedua pihak gagal mencapai terobosan baru dalam pembicaraan tersebut.

(Sumber: Antara)

 

x|close