Tinjau Bali Maritime Tourism Hub, Menko AHY Dorong Wisata Bahari yang Berkelanjutan dan Berdampak bagi Masyarakat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Jul 2026, 22:55
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Menko AHY Tinjau Bali Maritime Tourism Hub. Menko AHY Tinjau Bali Maritime Tourism Hub. (Istimewa)

Ntvnews.id, Bali - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan pembangunan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di Pelabuhan Benoa tidak hanya berorientasi pada pengembangan marina bertaraf internasional, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem pariwisata yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat tanpa mengesampingkan kelestarian alam dan budaya Bali.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat meninjau langsung kawasan BMTH di Pelabuhan Benoa, Bali, Selasa, 21 Juli 2026. Menurutnya, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi besar menjadi pusat wisata bahari dunia, sementara Bali memiliki posisi strategis sebagai destinasi unggulan yang telah dikenal wisatawan internasional.

"Hari ini saya melakukan kunjungan ke Pelabuhan Benoa, sebuah proyek yang menurut saya sangat strategis bagi pengembangan pariwisata di Bali, yaitu Bali Maritime Tourism Hub. Di lokasi ini tengah dibangun kawasan, fasilitas, dan ekosistem yang akan mendukung berkembangnya wisata bahari Indonesia," kata AHY.

Ia menjelaskan BMTH dirancang menjadi kawasan marina modern yang mampu menampung hingga 188 yacht, termasuk super yacht dan mega yacht. Selain itu, kawasan tersebut juga akan memiliki fasilitas sandar bagi lima kapal pesiar berukuran besar.

Menurut AHY, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan berkualitas atau high-spending tourism yang memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi masyarakat setempat.

Menko AHY Tinjau Bali Maritime Tourism Hub. <b>(Istimewa)</b> Menko AHY Tinjau Bali Maritime Tourism Hub. (Istimewa)

"Para wisatawan ini bukan hanya datang untuk singgah. Mereka bisa tinggal berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Artinya, mereka akan berbelanja, menggunakan berbagai layanan, dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat Bali," ujarnya.

Selain menghadirkan dermaga berstandar internasional yang dilengkapi fasilitas air, listrik, serta teknologi modern, kawasan BMTH juga akan dibangun dengan berbagai fasilitas pendukung seperti area hiburan, pusat perbelanjaan, ruang terbuka hijau, taman publik, hingga sarana yang aman dan nyaman bagi pengunjung.

AHY menegaskan pembangunan kawasan wisata tersebut tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan sehingga pertumbuhan sektor pariwisata tidak mengorbankan lingkungan maupun budaya yang menjadi identitas Bali.

"Karena itu, seluruh proses pembangunan BMTH akan mengedepankan prinsip keberlanjutan (sustainability), memperhatikan aspirasi masyarakat, serta berjalan sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)," jelasnya.

Ia optimistis BMTH dapat berkembang menjadi ikon wisata bahari baru yang memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim di kawasan.

Menko AHY Tinjau Bali Maritime Tourism Hub. <b>(Istimewa)</b> Menko AHY Tinjau Bali Maritime Tourism Hub. (Istimewa)

"Mengapa tidak jika visinya menjadikan kawasan ini sebagai salah satu marina terbesar dan terbaik di Asia Tenggara? Indonesia sebagai negara maritim dan negara kepulauan terbesar sudah sepatutnya menjadi hub sekaligus pusat wisata bahari yang mendunia," tutur AHY.

Pemerintah, lanjut AHY, terus mendukung percepatan pembangunan proyek tersebut melalui penyempurnaan regulasi dan penciptaan iklim investasi yang kondusif. BMTH ditargetkan mulai beroperasi secara penuh pada akhir 2028 dengan proses pembangunan yang dilakukan secara bertahap.

"Pemerintah terus mendukung percepatan pembangunan BMTH melalui penyempurnaan berbagai regulasi serta penciptaan iklim investasi yang semakin kondusif. Proyek ini direncanakan beroperasi secara penuh pada akhir 2028, dengan pembangunan yang dilakukan secara bertahap dan profesional," tutup AHY.

Dalam pengembangan kawasan marina tersebut, pemerintah juga melakukan penataan kawasan melalui relokasi kapal-kapal perikanan ke lokasi baru yang telah disiapkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Langkah itu menjadi bagian dari upaya mewujudkan BMTH sebagai kawasan pariwisata maritim terpadu yang tertata, aman, dan memiliki daya saing di tingkat internasional.

Pada peninjauan tersebut, AHY didampingi Sekretaris Kementerian Koordinator Ayodhia G. Kalake, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal, Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Odo R.M. Manuhutu, serta Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Sigit Raditya.

 
 
 
x|close