Ntvnews.id, Denpasar - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menetapkan empat klaster utama sebagai fokus pengembangan wilayah Bali. Langkah tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali yang berlangsung di Denpasar, Senin, 20 Juli 2026.
“Saya ingin fokus di empat klaster, empat klaster ini upaya pengembangan Bali yang saya harapkan bisa kita kawal bersama-sama,” ujar AHY.
Klaster pertama yang menjadi perhatian adalah sektor pariwisata. Menurut AHY, Bali memiliki kontribusi besar terhadap devisa nasional dari sektor tersebut. Dari total devisa pariwisata sebesar Rp319,9 triliun, Bali menyumbang Rp176 triliun. Selain itu, sebanyak 45,8 persen wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia sepanjang 2025 masuk melalui Bali.
Meski demikian, ia menilai peningkatan kunjungan wisata harus diimbangi dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan agar potensi alam Bali tidak mengalami eksploitasi berlebihan.
Baca Juga: Bali United Rekrut Tim Geypens
“Destinasi harus terus dikembangkan, tapi tidak boleh terkonsentrasi di 1-2 kawasan saja karena itu yang akan menambah beban pembangunan, tekanan terhadap daya dukung yang harusnya tetap tersedia dengan jumlah yang memadai,” ujar AHY.
Klaster kedua berkaitan dengan penguatan konektivitas. AHY menyoroti persoalan kemacetan yang kerap menjadi perhatian publik, khususnya di Bali Selatan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan wisatawan, terutama saat musim liburan. Karena itu, pemerintah dinilai perlu menghadirkan berbagai alternatif solusi untuk meningkatkan kelancaran konektivitas di wilayah tersebut.
Selanjutnya, kualitas lingkungan menjadi fokus ketiga. Menurut AHY, meningkatnya jumlah wisatawan turut memunculkan tantangan berupa penumpukan sampah, pencemaran air, hingga abrasi di kawasan pesisir.
“Belum lagi kita bicara ada abrasi yang juga mengancam pantai-pantai kita, pesisir kita, dan berkurangnya lahan-lahan produktif termasuk yang harus kita pertahankan lahan sawah,” katanya.
Baca juga: Menko AHY: Setiap Rupiah Uang Rakyat Harus Kembali Menjadi Manfaat bagi Rakyat
Sementara itu, tata ruang menjadi klaster keempat yang diprioritaskan. AHY menegaskan bahwa tata ruang harus menjadi landasan utama dalam pembangunan. Tanpa perencanaan yang terukur, berbagai persoalan dapat berkembang menjadi bencana yang pada akhirnya berdampak terhadap sektor pariwisata maupun konektivitas.
Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan empat fokus pembangunan yang disampaikan Kemenko Infrastruktur sejalan dengan kebutuhan Pemerintah Provinsi Bali dalam mempercepat pembangunan wilayah, infrastruktur, serta konektivitas antardaerah.
Menurutnya, perkembangan sektor pariwisata memang membawa manfaat besar bagi perekonomian Bali, tetapi di sisi lain juga memunculkan berbagai persoalan yang menyangkut lingkungan, masyarakat, dan budaya.
“Yang pertama adalah alih fungsi lahan yang cukup tinggi, sampahnya banyak, ekosistem lingkungan terganggu, ancaman air bersih, dan macet,” ucapnya.
Baca juga: Menko AHY Sebut Penggunaan Kendaraan Listrik Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Koster menambahkan, kapasitas infrastruktur dan transportasi publik di Bali saat ini masih belum memadai sehingga kemacetan terjadi di berbagai wilayah. Selain itu, ia juga menyoroti semakin berkurangnya keaslian budaya Bali yang perlu mendapat perhatian.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk jajaran di bawah Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
“Kami sudah merinci kebutuhan infrastruktur darat di Bali untuk konektivitas antarkabupaten yang ada di Bali karena Bali ini dari ujung ke ujung itu semuanya objek wisata tapi infrastrukturnya belum memadai, baik ke arah Bali Timur, Bali Utara, maupun Bali Barat serta konektivitas antara Denpasar dengan Badung, Klungkung, Gianyar perlu diprioritaskan supaya pariwisata Bali erlayani dengan baik,” tuturnya.
(Sumber: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Pemprov Bi bahas fokus pembangunan dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali di Denpasar, Senin, 20 Juli 2026 (Antara)