Serangan Iran ke Kuwait Tewaskan Satu Orang, Puluhan Warga Terluka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jun 2026, 10:04
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Rudal Iran. ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi - Rudal Iran. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, KuwaitSerangan rudal dan drone yang dilancarkan Iran ke wilayah Kuwait pada Rabu, 3 Juni 2026 dilaporkan menewaskan satu orang serta menyebabkan lebih dari 60 orang mengalami luka-luka. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran serangan adalah Bandara Internasional Kuwait.

Dilansir dari Middle East Eye, Kamis, 4 Juni 2026, serangan tersebut turut mengakibatkan kerusakan signifikan pada sejumlah fasilitas strategis di negara Teluk itu. Sementara itu, Radio Free Europe melaporkan bahwa beberapa "fasilitas penting", termasuk kantor diplomatik, mengalami kerusakan berat akibat gempuran tersebut.

Menanggapi insiden itu, Kementerian Luar Negeri Kuwait mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras tindakan Iran. Pemerintah Kuwait menilai serangan tersebut sebagai bentuk agresi yang mengancam stabilitas kawasan.

"Menteri menegaskan penolakan tegas Negara Kuwait terhadap tindakan agresi Iran yang terang-terangan, yang meningkatkan ketegangan, merusak keamanan dan stabilitas kawasan, dan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional," demikian keterangan Kemlu Kuwait.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, Brigadir Jenderal Saud Abdulaziz Al Otaibi, mengungkapkan bahwa salah satu target serangan adalah terminal penumpang utama di Bandara Internasional Kuwait.

"sejumlah drone musuh menargetkan terminal penumpang (T1)," katanya.

Baca Juga: Iran Balas Serangan, Pangkalan Udara AS di Kuwait Jadi Sasaran

Ia juga menyebut serangan tersebut sebagai "agresi kriminal Iran, yang mengakibatkan kerusakan material yang signifikan pada bangunan dan cedera pada sejumlah orang."

Menurut Al Otaibi, angkatan bersenjata Kuwait saat ini terus memantau perkembangan situasi dan bekerja sama dengan berbagai instansi terkait untuk menangani dampak serangan tersebut.

Akibat kondisi keamanan yang memburuk, Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait memutuskan menghentikan sementara operasional penerbangan di Bandara Internasional Kuwait. Sejumlah penerbangan dialihkan ke bandara alternatif hingga situasi dinyatakan aman. Selain itu, pihak bandara juga mengaktifkan prosedur tanggap darurat.

Di sisi lain, Iran mengklaim bahwa serangan tersebut ditujukan untuk menghantam fasilitas milik Amerika Serikat, terutama instalasi militer yang berada di negara sekutu Israel tersebut. Teheran menyebut aksi itu sebagai respons atas serangan militer AS terhadap wilayah Iran.

Sebelumnya, militer Amerika Serikat mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap beberapa lokasi di Pulau Qeshm, Iran, yang berada di kawasan strategis Selat Hormuz.

Militer AS juga menyatakan bahwa rudal-rudal Iran yang ditembakkan ke Kuwait "gagal mencapai sasaran atau hancur di tengah jalan."

Selain itu, Washington mengklaim berhasil mencegat sejumlah rudal Iran yang diarahkan ke Bahrain.

Insiden ini semakin memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah yang dalam beberapa waktu terakhir terus memanas akibat saling serang antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutu-sekutunya. Pemerintah Kuwait kini meningkatkan kewaspadaan sambil terus memantau perkembangan situasi keamanan di wilayahnya.

TERKINI

Load More
x|close