Israel dan Lebanon Kembali Sepakati Gencatan Senjata

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Jun 2026, 10:03
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Israel (kiri) dan Bendera Lebanon menandai gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. (ANTARA/Anadolu Ajensi/pri) Ilustrasi - Bendera Israel (kiri) dan Bendera Lebanon menandai gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon. (ANTARA/Anadolu Ajensi/pri) (Antara)

Ntvnews.id, Beirut - Israel dan Lebanon kembali mencapai kesepakatan gencatan senjata setelah menjalani perundingan yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pembahasan yang berlangsung di Washington pada Rabu, 3 Juni 2026 waktu setempat.

Dilansir dari Al Jazeera, Kamis, 4 Juni 2026, berdasarkan pernyataan bersama yang dirilis usai perundingan, gencatan senjata itu mensyaratkan "penghentian total" aksi penembakan oleh Hezbollah yang didukung Iran.

Selain itu, kedua negara yang hingga kini tidak memiliki hubungan diplomatik resmi juga menyepakati pembentukan sebuah "zona percontohan". Dalam kawasan tersebut, angkatan bersenjata Lebanon akan memegang kendali penuh atas wilayah terkait tanpa keterlibatan kelompok bersenjata non-negara.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya lebih luas untuk meredakan ketegangan yang selama ini terjadi di perbatasan kedua negara.

Dalam pernyataan yang sama, Israel dan Lebanon juga sepakat melanjutkan dialog pada 22 Juni mendatang. Pertemuan lanjutan itu akan difokuskan pada pembahasan jalur politik dan keamanan dengan target mencapai kesepakatan yang lebih menyeluruh.

Baca Juga: Trump Marah pada Netanyahu Saat Telepon soal Eskalasi Konflik Lebanon

Sebelumnya, United States Department of State menyampaikan optimisme terhadap perkembangan negosiasi antara kedua pihak. Washington menilai proses diplomatik yang berlangsung menunjukkan kemajuan yang signifikan dan semakin mendekati hasil yang diharapkan.

"Kemajuan terus berlanjut di jalur politik dan keamanan saat kita melepaskan diri dari kegagalan 20 tahun terakhir dan maju menuju kesepakatan komprehensif yang bertujuan untuk memulihkan kedaulatan Lebanon dan memastikan keamanan Israel," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott.

Ilustrasi - Asap mengepul setelah serangan Israel terhadap Kota Yahmar al-Shakif dan Arnun di Provinsi Nabatieh, Lebanon selatan pada (11/5/2026). ANTARA/Anadolu/Ramiz Dallah/pri. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Asap mengepul setelah serangan Israel terhadap Kota Yahmar al-Shakif dan Arnun di Provinsi Nabatieh, Lebanon selatan pada (11/5/2026). ANTARA/Anadolu/Ramiz Dallah/pri. (Antara)

Pigott menjelaskan bahwa perkembangan positif terus terlihat dalam pembicaraan yang dimediasi AS dan berlangsung di Washington. Ia juga mengungkapkan bahwa proses negosiasi akan diteruskan dalam pertemuan berikutnya.

Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyebut Iran berupaya "menghalangi" proses diplomasi yang sedang berjalan antara Israel dan Lebanon.

Kesepakatan terbaru ini dipandang sebagai langkah penting dalam upaya menjaga stabilitas kawasan, sekaligus membuka peluang bagi tercapainya penyelesaian yang lebih permanen terhadap berbagai persoalan keamanan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di perbatasan Israel-Lebanon.

x|close