Ntvnews.id, Jakarta - Atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay diduga menjadi korban penculikan saat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran di kawasan Mangga Besar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Hingga kini, Polres Metro Jakarta Pusat masih menyelidiki dugaan tersebut meski laporan polisi telah dicabut oleh pelapor.
Berikut kronologi lengkap peristiwa berdasarkan keterangan kuasa hukum keluarga dan pihak kepolisian.
Senin, 13 Juli
Pukul 19.30 WIB
Menurut kuasa hukum keluarga, Andi Darti, Jesslyn datang memenuhi undangan ulang tahun neneknya di Restoran Saung Purnama, Mangga Besar. Saat itu, korban diminta keluarganya membawa kue ulang tahun untuk acara tersebut.
Jesslyn tiba di lokasi bersama calon suaminya, Evan. Namun, sebelum masuk ke restoran, Evan meninggalkan lokasi sejenak untuk membeli obat di apotek yang berada tidak jauh dari restoran.
Pukul 19.45–19.50 WIB
Ketika acara kejutan ulang tahun hendak dimulai, suasana di restoran mendadak berubah. Sejumlah orang yang berada di lantai dua mendengar suara teriakan Jesslyn.
Andi Darti mengatakan, saat itu korban terlihat meronta-ronta dalam kondisi dibekap dengan mata tertutup sebelum dibawa oleh beberapa pria menuju sebuah mobil berwarna putih.
“Nah, ketika akan dilakukan acara surprise dari tim restoran atau grup, tiba-tiba tim surprise yang ada di lantai dua dikagetkan oleh suara teriakan dari Jesslyn yang saat itu terlihat meronta dan saat itu dilihat bahwa Jesslyn sudah digendong dan matanya terlihat ditutup, apa namanya, dibekap dan matanya ditutup. Terus mereka turun dan Jesslyn sudah tidak ada di tempat. Dan di situ ada beberapa orang laki-laki membawa Jesslyn dan Jesslyn langsung dimasukkan ke mobil warna putih. Mobil langsung tancap gas dengan kecepatan tinggi seperti itu,” lanjutnya.
Baca Juga: Pramono Baru Tahu SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Roboh Sejak 2024, Janji Perbaiki
Pukul 20.00–21.00 WIB
Sementara itu, Evan yang telah selesai membeli obat menunggu Jesslyn di sekitar restoran. Namun hingga sekitar pukul 20.00 WIB bahkan menjelang pukul 21.00 WIB, Jesslyn tak kunjung menghubunginya.
Karena merasa khawatir, Evan mencoba menghubungi ponsel korban. Namun, nomor telepon Jesslyn sudah tidak dapat dihubungi.
“Nah, Evan gelisah dan mencoba menghubungi handphonenya tetapi tidak bisa dihubungi. Karena sudah waktu itu sudah jam 21.00 WIB akhirnya Evan mendatangi restoran,” kata Andi.
Setelah masuk ke restoran, Evan mendapat penjelasan dari sejumlah saksi, termasuk pelayan restoran dan juru parkir, yang menyebut telah terjadi dugaan penculikan terhadap Jesslyn. Sejak peristiwa tersebut, keberadaan korban belum diketahui.
Laporan mengenai dugaan penculikan itu kemudian dibuat ke Polres Metro Jakarta Pusat oleh NA yang merupakan teman korban. Namun, polisi belum mengungkapkan secara rinci waktu laporan tersebut dilayangkan.
Minggu, 19 Juli
Perkembangan terbaru disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra. Ia mengatakan pelapor datang ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk mencabut laporan dugaan penculikan pada Minggu (19/7).
Meski demikian, kepolisian memastikan proses penyelidikan belum dihentikan. Penyidik masih mendalami seluruh fakta untuk memastikan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Perkembangan terbarunya adalah pada hari Minggu tanggal 19 pelapor datang ke Polres Jakpus untuk mencabut laporan. Namun kami dari Polres Jakpus belum menghentikan penyelidikan karena kita masih belum menemukan keterangan perkara yang sebenarnya terjadi apakah ada perbuatan pidana dalam perbuatan tersebut,” kata Roby, Selasa (21/7).
Atlet Golf Putri, Jesslyn Wijaya Lay (Sumber X)