Profil Jesslyn Wijaya, Atlet Golf yang Diduga Jadi Korban Penculikan dan Disebut Dibawa ke Malaysia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Jul 2026, 11:48
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Atlet Golf Putri, Jesslyn Wijaya Lay Atlet Golf Putri, Jesslyn Wijaya Lay (Sumber X)

Ntvnews.id, JakartaJesslyn Wijaya Lay menjadi sorotan publik setelah diduga menjadi korban penculikan saat menghadiri perayaan ulang tahun neneknya di sebuah restoran di kawasan Jakarta Pusat.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 19.45 WIB. Tiga hari kemudian, tepatnya Kamis (16/7/2026), rekan Jesslyn berinisial NAH (37) melaporkan dugaan penculikan itu ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Laporan tersebut telah diterima dengan nomor LP/B/2092/VII/2026/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA.

Di tengah proses penyelidikan yang masih berlangsung, sosok Jesslyn Wijaya ikut menjadi perhatian. Meski demikian, informasi mengenai kehidupan pribadinya diketahui sangat terbatas.

Berdasarkan informasi yang beredar, Jesslyn Wijaya Lay merupakan seorang atlet golf yang pernah menorehkan prestasi dalam turnamen yang diselenggarakan Chemical Golf Club di Rainbow Hills Golf Club pada Juni 2023.

Dalam ajang tersebut, Jesslyn berhasil meraih penghargaan Best Nett Overall (BNO) Regular. Prestasi itu diraih setelah membukukan skor gross 90 yang terdiri dari lima kali par, lima double bogey, dan sisanya bogey.

Baca Juga: DPR Gelar Paripurna Sahkan RUU Pusat Finansial Internasional Indonesia

Dengan handicap 28 yang dimilikinya, skor tersebut menghasilkan nilai net 62 sehingga mengantarkan Jesslyn meraih trofi Best Nett Overall (BNO) Regular.

Sementara itu, dugaan penculikan yang menimpa Jesslyn masih didalami aparat kepolisian. Kuasa hukum pelapor, Andi Darti, menyampaikan sejumlah keterangan terkait kronologi dan perkembangan kasus tersebut.

1. Korban Sempat Berteriak Meminta Tolong

Menurut Andi Darti, Jesslyn diduga sempat melakukan perlawanan ketika sekelompok pria tak dikenal membawanya secara paksa dari lokasi acara ulang tahun keluarga.

Saat itu, korban diketahui tengah menghadiri perayaan ulang tahun neneknya bersama keluarga sebelum diduga disergap oleh lima pria bertubuh besar.

"Korban terdengar berteriak meminta pertolongan dan sempat berusaha keluar dari kendaraan, namun kemudian kembali dimasukkan ke dalam mobil. Kendaraan tersebut selanjutnya meninggalkan lokasi," tutur Andi dikutip dari Kompas.com, dikutip Senin (20/7/2026).

2. Dugaan Aksi Berlangsung Sangat Cepat

Berdasarkan keterangan saksi, dugaan penculikan terjadi hanya dalam hitungan waktu singkat, tepat sebelum acara ulang tahun dimulai.

Dua pria bertubuh besar disebut menjadi pelaku utama yang membawa korban menuju sebuah mobil berwarna hitam, sementara tiga pria lainnya diduga berada di sekitar lokasi.

Baca Juga: 5 Kontroversi Sepanjang Piala Dunia 2026 Digelar

"Menurut keterangan sejumlah saksi, sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai, ketika seluruh persiapan telah selesai dan lagu ulang tahun akan diputar, korban diduga secara tiba-tiba ditutup matanya, kemudian diangkat dan digendong oleh dua orang laki-laki bertubuh besar menuju sebuah mobil berwarna hitam," tutur Andi.

Menurut keterangan saksi di lokasi, total terdapat sekitar lima pria tak dikenal yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

3. CCTV Restoran Disebut Tidak Berfungsi

Ilustrasi penculikan anak. /antaranews. <b>(Antara)</b> Ilustrasi penculikan anak. /antaranews. (Antara)

Saat melakukan pengecekan di lokasi kejadian, pihak pelapor memperoleh informasi bahwa kamera pengawas restoran tidak dapat digunakan.

"Pada saat dilakukan pengecekan di lokasi, diperoleh informasi bahwa rekaman CCTV restoran tidak dapat digunakan," kata Andi.

Meski demikian, Andi menyerahkan sepenuhnya kepada penyidik untuk memastikan apakah kondisi CCTV tersebut berkaitan dengan dugaan penculikan atau tidak.

"Mengenai penyebab kondisi tersebut maupun apakah terdapat kaitannya dengan peristiwa yang sedang diselidiki, sepenuhnya merupakan kewenangan penyidik untuk melakukan pendalaman berdasarkan alat bukti yang sah," sambungnya.

4. Korban Datang dari Apartemen di Pluit

Andi menjelaskan, sebelum menghadiri acara keluarga, Jesslyn diketahui tinggal di sebuah apartemen di kawasan Pluit, Jakarta Utara.

Mengacu pada keterangan para saksi, korban diduga langsung disergap sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai.

Baca Juga: Trump Jamin Netanyahu Tak Bakal Ditangkap Jika Berkunjung ke AS

"Menurut keterangan sejumlah saksi, sesaat sebelum acara ulang tahun dimulai, ketika seluruh persiapan telah selesai dan lagu ulang tahun akan diputar, korban diduga secara tiba-tiba ditutup matanya," tutur Andi dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (20/7/2026).

Setelah itu, korban disebut diangkat dan digendong oleh dua pria bertubuh besar menuju mobil berwarna hitam.

Andi kembali menegaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi, terdapat lima pria tak dikenal yang diduga menjalankan aksi tersebut.

Sementara mengenai hubungan korban dengan keluarga yang berada di lokasi, Andi menyatakan belum dapat memberikan penjelasan karena menyangkut privasi.

"Saat ini kami belum dapat memberikan keterangan lebih jauh mengenai komunikasi dengan pihak keluarga maupun hubungan pribadi antara pelapor dan terlapor, karena merupakan bagian dari privasi para pihak dan berkaitan dengan proses yang berjalan," kata Andi.

5. Muncul Informasi Dugaan Perjalanan ke Malaysia

Di tengah proses pencarian, kepolisian disebut telah mendatangi sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan keberadaan korban, termasuk apartemen Jesslyn di kawasan Pluit. Namun, hingga kini korban belum ditemukan.

Di sisi lain, pelapor memperoleh informasi yang menyebut Jesslyn diduga melakukan perjalanan menuju Malaysia melalui Semarang pada 14 Juli 2026.

Baca Juga: PGN Turunkan Tim Usai Dugaan Ledakan Rumah Warga di Polonia Medan

"Berdasarkan informasi yang diperoleh pelapor, terdapat indikasi bahwa pada 14 Juli 2026 korban melakukan perjalanan menuju Malaysia melalui Semarang. Informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut oleh penyidik," ujar Andi.

Namun, informasi tersebut berbeda dengan hasil pelacakan sinyal ponsel korban yang masih terdeteksi berada di kawasan Puri Jimbaran, Pademangan, Jakarta Utara.

Karena itu, pihak pelapor meminta penyidik mendalami perbedaan informasi tersebut untuk memastikan keberadaan Jesslyn.

6. Polisi Masih Lakukan Pendalaman

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Hery Saputra membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan penculikan Jesslyn Wijaya.

Menurut Roby, penyidik saat ini masih mengumpulkan berbagai fakta dan keterangan untuk mengungkap peristiwa yang sebenarnya.

"Betul ada laporan tersebut ke Polres Jakarta Pusat. Selanjutnya kami masih lakukan pendalaman untuk mencari fakta-faktanya," tutur Roby.

x|close