Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pemulihan infrastruktur jalan dan jembatan nasional yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah rampung sehingga seluruh ruas tersebut kembali dapat digunakan.
“Kalau NTT secara umum sih kalau jalan nasional sudah baik semua. Kita sekarang mundur ke jalan provinsi dan kabupaten. Memang jalan provinsi, kabupatennya agak kecil-kecil. Itu nanti beberapa titik yang memang itu menghubungkan antara kabupaten, terus bisa dipakai sebagai jalan alternatif,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 4 September 2026.
Pemulihan infrastruktur itu dilakukan untuk menjaga kelancaran pergerakan masyarakat serta mendukung distribusi kebutuhan pokok di wilayah yang terdampak bencana.
Kementerian PU juga masih melanjutkan penanganan berbagai dampak gempa di sejumlah daerah NTT. Upaya tersebut tidak hanya berfokus pada pemulihan konektivitas, tetapi juga mencakup perbaikan sarana pelayanan dasar, termasuk penyediaan air bersih untuk masyarakat terdampak di Pulau Flores.
Baca Juga: Pemerintah Percepat Pendataan Rumah Rusak Pascagempa NTT
Data penanganan hingga 30 Agustus 2026 menunjukkan terdapat 17 ruas jalan yang terdampak gempa. Kerusakan tersebut meliputi 88 titik longsor dan tiga patahan. Seluruh ruas jalan itu kini telah kembali fungsional.
Selain jalan, sebanyak 14 jembatan dan tiga duiker yang terdampak juga telah kembali digunakan.
Meski konektivitas jalan dan jembatan telah dipulihkan, kerusakan akibat gempa masih ditemukan pada sejumlah bangunan pelayanan masyarakat.
“Kalau dari PU sih, sangat banyak sebetulnya. Karena ini kan gempa ya, yang hancur itu rata-rata bangunan kan. Jadi mungkin yang akan besar bangunan, apalagi itu bentuknya gereja, masjid, atau rumah sakit, puskesmas, gitu yang paling banyak ya,” ujarnya.
Kementerian PU mencatat sebanyak 651 prasarana gedung mengalami dampak. Rinciannya terdiri atas 112 prasarana pendidikan keagamaan, 300 prasarana ibadah, dan 238 prasarana kesehatan.
Dari total tersebut, 152 prasarana telah menjalani verifikasi secara bertahap untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan sekaligus menentukan kebutuhan penanganannya. Sementara itu, terdapat 17 gedung pemerintahan dan satu gedung militer yang terdampak dan masih menjalani proses verifikasi kerusakan.
Penanganan juga dilakukan terhadap infrastruktur penyediaan air minum. Sebanyak 81 sistem penyediaan air minum (SPAM) saat ini masuk tahap verifikasi kerusakan, sedangkan satu SPAM telah mendapatkan penanganan.
Selain SPAM, dua instalasi pengolahan lumpur tinja (IPLT) dan satu tempat pemrosesan akhir (TPA) turut tercatat terdampak gempa dan masih dalam tahap verifikasi.
Untuk sektor sumber daya air, Kementerian PU melakukan pemeriksaan fungsi terhadap sejumlah infrastruktur. Objek yang diverifikasi meliputi dua bendung, satu bendungan, 15 daerah irigasi, 14 sumur air baku, tiga embung, empat pengaman pantai, serta dua sungai.
Seluruh infrastruktur sumber daya air tersebut telah masuk dalam proses penanganan dan verifikasi fungsi.
(Sumber: Antara)
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menjawab pertanyaan dari awak media di Jakarta. (Antara)