Ekspor Senjata Israel Cetak Rekor Lima Tahun Beruntun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jun 2026, 07:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Israel/ist Bendera Israel/ist

Ntvnews.id, Tel Aviv - Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan bahwa nilai ekspor persenjataan negara tersebut kembali mencetak rekor tertinggi pada 2025. Capaian ini menjadi yang kelima kali secara berturut-turut di tengah meningkatnya ketegangan dan konflik di berbagai kawasan dunia.

Israel selama ini dikenal sebagai salah satu eksportir senjata terbesar di dunia. Industri pertahanannya terus menunjukkan pertumbuhan signifikan, baik dari sisi nilai transaksi maupun jangkauan pasar internasional.

"Rekor ekspor pertahanan Israel sepanjang masa pecah untuk tahun kelima berturut-turut, dengan nilai $19,2 miliar (sekitar Rp342 triliun) pada 2025," demikian pernyataan Kemhan Israel, dikutip dari AFP, Rabu, 3 Juni 2026.

Mereka lalu berujar, "Peningkatan ini hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, lebih dari dua kali lipat dalam lima tahun dan empat kali lipat dalam satu dekade."

Baca Juga: Prancis Larang Israel Ikut Pameran Pertahanan Eurosatory 2026 di Paris

Menurut Kementerian Pertahanan Israel, produk yang paling banyak diminati pasar internasional adalah sistem rudal, roket, serta pertahanan udara. Kategori tersebut menyumbang sekitar 29 persen dari total nilai ekspor pertahanan negara itu sepanjang tahun lalu.

Selain itu, peningkatan yang cukup menonjol juga terjadi pada penjualan sistem observasi dan optronik yang banyak digunakan untuk kebutuhan pengintaian dan pemantauan militer.

Dari sisi pasar, negara-negara Eropa menjadi pembeli terbesar dengan kontribusi 36 persen dari total ekspor senjata Israel. Kawasan Asia dan Pasifik berada di posisi berikutnya dengan porsi 32 persen, sementara negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara menyumbang sekitar 15 persen dari keseluruhan transaksi.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menilai lonjakan ekspor tersebut tidak terlepas dari performa militer negaranya dalam berbagai operasi dan konflik yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

Agresi Israel di Jalur Gaza terus memakan korban warga sipil Palestina. Agresi Israel di Jalur Gaza terus memakan korban warga sipil Palestina.

"Terdapat benang merah yang jelas dan tak terbantahkan yang menghubungkan prestasi medan perang IDF di semua lini, kemampuan luar biasa industri pertahanan Israel dan keberhasilan ekspor pertahanan Israel di seluruh dunia," kata Katz.

Dalam tiga tahun terakhir, Israel terlibat dalam berbagai operasi militer dan konflik di sejumlah wilayah, termasuk Palestina, Lebanon, Iran, Suriah, dan Yaman. Situasi tersebut menjadi sorotan internasional karena berlangsung di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat.

Baca Juga: Israel Putus Hubungan dengan Sekjen PBB Usai Masuk Daftar Hitam

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berulang kali menyatakan bahwa negaranya berhasil meraih kemenangan dalam berbagai operasi militer tersebut. Ia juga terus menegaskan komitmen pemerintahannya untuk menghadapi dan menghancurkan kelompok-kelompok yang dianggap mengancam keamanan Israel.

Kenaikan nilai ekspor senjata ini menunjukkan bahwa industri pertahanan Israel tetap tumbuh kuat meskipun kawasan Timur Tengah masih diliputi berbagai konflik dan ketidakstabilan keamanan. Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Israel sebagai salah satu pemain utama dalam perdagangan persenjataan global.

x|close