Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan agar Israel dan Hizbullah menahan diri di tengah kembali meningkatnya ketegangan di wilayah selatan Lebanon dalam beberapa hari terakhir. Trump berharap kedua pihak dapat menghentikan aksi saling serang untuk mencegah kerusakan yang lebih besar dan menghindari konflik yang semakin meluas.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyampaikan harapannya agar kedua pihak menghentikan serangan satu sama lain.
"Salinglah bersepakat untuk tak menembaki tentara Israel, lalu Israel juga harus sepakat untuk tidak menembaki mereka (Hizbullah). Mari kita lihat sampai kapan, tapi harapan saya, Selamanya!," kata Trump, lewat unggahan di media sosial Truth Social, dilansir AFP, Selasa (2/6).
Seruan Trump muncul ketika Amerika Serikat tengah mendorong upaya diplomatik baru guna meredakan ketegangan di perbatasan Lebanon-Israel. Washington mengajukan formula baru gencatan senjata yang dibahas Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dalam komunikasi terpisah dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (31/5).
Dalam proposal tersebut, AS menawarkan penghentian kekerasan secara bertahap sebagai langkah untuk meredakan situasi keamanan yang kembali memburuk di kawasan.
Baca Juga: Demam Dracin Dongkrak Tren Sewa Busana Tradisional di Beijing
Berdasarkan usulan Washington, Hizbullah diminta menghentikan seluruh serangan ke wilayah Israel sebagai langkah awal. Sebagai imbalannya, Israel diminta menahan diri dan tidak memperluas operasi militernya, terutama di Beirut.
Seorang pejabat AS yang dikutip Reuters menyebut proposal tersebut dirancang sebagai mekanisme bertahap guna mencegah konflik berkembang menjadi perang yang lebih luas.
Di pihak Lebanon, Presiden Joseph Aoun dilaporkan mendukung pelaksanaan usulan tersebut. Namun, Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri menilai Israel juga harus mengambil langkah lebih dahulu dengan menghentikan serangan militernya. Menurutnya, akan sulit meminta pihak lain menghentikan serangan apabila Israel masih terus melakukan operasi militer.
Upaya diplomatik AS itu muncul di tengah memburuknya situasi keamanan di Lebanon selatan. Dalam beberapa hari terakhir, Israel dilaporkan memperluas operasi militernya, termasuk dengan merebut Kastel Beaufort, benteng berusia sekitar 900 tahun yang berada di lokasi strategis dan selama ini diklaim Israel digunakan Hizbullah untuk melancarkan serangan.
Hingga saat ini, baik pemerintah Israel maupun Hizbullah belum memberikan tanggapan resmi terkait proposal gencatan senjata terbaru yang diajukan Washington.
Arsip foto Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. /ANTARA/Anadolu/pri. (Antara)