441 RSUD Bakal Dibangun dan Direvitalisasi, Dilengkapi Fasilitas Canggih

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Agu 2026, 20:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto saat pidato kenegaraan di DPD, DPR, MPR RI, Jumat, 14 Agustus 2026, terkait pembangunan dan revitalisasi rumah sakit-rumah sakit. Presiden Prabowo Subianto saat pidato kenegaraan di DPD, DPR, MPR RI, Jumat, 14 Agustus 2026, terkait pembangunan dan revitalisasi rumah sakit-rumah sakit. (TV Parlemen)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah akan membangun sekaligus merevitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di berbagai wilayah Indonesia. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas fasilitas serta infrastruktur pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Prabowo berharap pembangunan dan revitalisasi tersebut dapat menghadirkan rumah sakit dengan fasilitas memadai serta dukungan teknologi medis modern sehingga mampu memberikan penanganan yang cepat bagi masyarakat.

"514 kabupaten dan kota kita harus memiliki rumah sakit yang canggih yang bisa menyelamatkan rakyat secepat mungkin," ujar Prabowo saat menyampaikan RUU tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Agustus 2026.

Pada tahap pertama, pemerintah akan membangun 66 rumah sakit di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 rumah sakit saat ini sudah mulai beroperasi.

Baca Juga: Prabowo Siapkan Ambulans Udara dan Dokter Terbang untuk Perluas Layanan Kesehatan

Presiden Prabowo Subianto dan Ketua DPR RI Puan Maharani saat pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.  <b>(TV Parlemen)</b> Presiden Prabowo Subianto dan Ketua DPR RI Puan Maharani saat pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (TV Parlemen)

Selain pembangunan fasilitas, pemerintah juga mendistribusikan berbagai peralatan medis modern ke daerah-daerah yang sebelumnya harus merujuk pasien ke wilayah lain dengan jarak tempuh yang jauh. Peralatan tersebut antara lain pemeriksa jantung, CT scan, mamografi, dan USG.

Pemerintah bahkan berencana memperluas layanan kesehatan hingga gerai Koperasi Merah Putih dengan menyediakan fasilitas klinik yang memungkinkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan jarak jauh.

"Di setiap gerai Koperasi Merah Putih akan ada klinik di mana rakyat bisa dapat pelayanan kesehatan melalui jarak jauh," imbuhnya.

Selanjutnya, revitalisasi RSUD akan difokuskan pada penguatan layanan untuk penyakit dengan tingkat kematian tinggi, seperti kanker, jantung, stroke, dan ginjal. Fasilitas kesehatan untuk ibu dan anak juga akan menjadi perhatian pemerintah.

"Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa karena rumah sakit terlalu jauh. Tidak boleh lagi seorang ayah menjual seluruh hartanya karena harus berobat ke kota besar," ucapnya.

Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) <b>(NTVNews)</b> Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) (NTVNews)

Meski demikian, Prabowo mengakui pemerintah masih menghadapi persoalan kekurangan tenaga medis, baik dokter umum maupun dokter spesialis. Indonesia disebut masih membutuhkan tambahan 84.781 dokter umum dan 127.580 dokter gigi. Sementara itu, 481 kabupaten/kota masih membutuhkan sekitar 55.712 dokter spesialis.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah membuka sembilan fakultas kedokteran baru serta 170 program pendidikan spesialis dan subspesialis. Program tersebut akan diselenggarakan melalui perguruan tinggi maupun rumah sakit.

Pemerintah juga mempertimbangkan opsi mendatangkan dokter dari luar negeri untuk menjalankan praktik dalam periode tertentu guna mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan.

"Bila perlu, kita sedang memikirkan kita bisa mengundang dokter-dokter dari negara lain untuk praktik di sini untuk waktu-waktu yang terbatas. Karena kalau kita menunggu lulusnya 127.000 dokter gigi, mungkin kita harus nunggu empat presiden sesudah saya," tutupnya.

HIGHLIGHT

x|close