Prabowo Siapkan Ambulans Udara dan Dokter Terbang untuk Perluas Layanan Kesehatan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Agu 2026, 17:01
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (TV Parlemen)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengakui layanan kesehatan di sejumlah wilayah terpencil Indonesia masih menghadapi berbagai keterbatasan. Untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang memadai, pemerintah menyiapkan sejumlah terobosan, termasuk penyediaan ambulans udara dan tim dokter terbang.

"Untuk itu kita harus mencari terobosan inovatif, salah satu jalan adalah ambulans udara bahkan nanti juga tim dokter terbang," kata Prabowo saat menyampaikan pidato dalam rangka Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan, Jumat, 14 Agustus 2026.

Prabowo menjelaskan ambulans udara tersebut dirancang agar mampu mendarat di berbagai medan yang sulit dijangkau, seperti area berumput, hamparan pasir, hingga tepi sungai.

Baca Juga: Rekor! Prabowo Ungkap Ekonomi RI Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun, 5,45 Persen

Menurutnya, pemerintah masih kerap menerima laporan mengenai ibu hamil maupun bayi yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit akibat jauhnya akses terhadap fasilitas kesehatan. Ia menegaskan kondisi tersebut tidak boleh terus berulang.

"Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa karena rumah sakit jauh, tidak boleh ayah menjual seluruh harta karena harus berobat ke kota besar," tambahnya.

Selain menghadirkan layanan ambulans udara dan dokter terbang, pemerintah juga berencana merevitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang tersebar di 514 kabupaten dan kota. Dari jumlah tersebut, 66 RSUD akan dibangun di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"RSUD tersebut akan kita perkuat, terutama menangani penyakit penyebab kematian tertinggi; kanker, jantung, stroke, ginjal serta pelayanan ibu dan anak." pungkasnya.

HIGHLIGHT

x|close