Ntvnews.id, Jakarta - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan perekonomian Indonesia pada semester I 2026 tumbuh 5,45 persen secara tahunan (yoy).
Kepala Negara itu menegaskan pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
"Ekonomi kita pada semester pertama tahun ini tumbuh tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Inflasi masih tetap terkendali. Permintaan domestik tetap kuat,” ucap Prabowo dalam Pengantar Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan, Jumat 14 Agustus 2026.
Dari sisi produksi, lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,83 persen.
Baca juga: Prabowo Tetapkan Asumsi Rupiah Rp17.500 per Dolar AS dalam RAPBN 2027
Presiden Prabowo Subianto Sementara dari sisi pengeluaran, komponen pengeluaran konsumsi pemerintah menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan capaian 18,62 persen
Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tumbuh 21,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, belanja negara tercatat tumbuh 18,2 persen.
Prabowo menjelaskan peningkatan belanja negara diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat pelayanan publik, sekaligus menggerakkan perekonomian nasional.
Menurutnya, meski belanja negara mengalami peningkatan, defisit APBN tetap terjaga pada level 0,91 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Baca juga: Prabowo Tetapkan 8 Prioritas Nasional dalam RAPBN 2027
“Ini adalah bukti bahwa keberpihakan kepada rakyat dapat berjalan bersama disiplin fiskal," tandasnya.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Gedung DPR, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (TV Parlemen)