Ponsel China Siapkan Baterai 10.000mAh dengan Teknologi Sel Bertumpuk

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Sep 2026, 13:58
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Produsen ponsel China dilaporkan tengah menguji teknologi baterai dengan wadah baja dan konstruksi sel bertumpuk. (Foto: Istimewa via Gizmochina) Produsen ponsel China dilaporkan tengah menguji teknologi baterai dengan wadah baja dan konstruksi sel bertumpuk. (Foto: Istimewa via Gizmochina)

Ntvnews.id, Jakarta - Persaingan kapasitas baterai smartphone tampaknya akan memasuki babak baru. 

Sejumlah produsen ponsel asal China dilaporkan tengah menguji teknologi baterai dengan wadah baja dan konstruksi sel bertumpuk yang berpotensi menghadirkan kapasitas jauh lebih besar tanpa membuat bodi ponsel semakin tebal.

Mengutip Gizmochina, Senin (28/9/2026), informasi tersebut diungkap pembocor asal China, Digital Chat Station (DCS). 

Menurutnya, salah satu merek ponsel besar di Negeri Tirai Bambu sedang mengembangkan baterai dengan casing berbahan baja yang dipadukan dengan teknologi sel bertumpuk.

Pendekatan ini disebut dapat memaksimalkan pemanfaatan ruang internal smartphone. Jika dikombinasikan dengan teknologi baterai silikon-karbon yang kini semakin banyak digunakan, kapasitas baterai hingga 9.000mAh bahkan 10.000mAh berpotensi menjadi kenyataan pada ponsel flagship.

Terinspirasi Teknologi Baterai Apple

Penggunaan material logam pada baterai smartphone sebenarnya bukan sepenuhnya hal baru.  Apple diketahui mulai menggunakan cangkang aluminium pada baterai iPhone 16 Pro.

Casing tersebut memberikan struktur yang lebih kokoh sekaligus membantu baterai menjadi bagian yang lebih terintegrasi dengan konstruksi perangkat. Teknologi tersebut kemudian terus dikembangkan Apple.

Pada iPhone 18 Pro Max, kapasitas baterai diperkirakan dapat mencapai sekitar 5.391mAh untuk varian tertentu. Angka tersebut disebut meningkat sekitar 12 persen dibandingkan generasi sebelumnya.

Produsen smartphone China kini tampaknya mencoba membawa pendekatan tersebut lebih jauh. Alih-alih menggunakan aluminium, baterai yang tengah diuji disebut memakai wadah baja. 

Teknologi tersebut kemudian dipadukan dengan konstruksi sel bertumpuk, menggantikan desain "jelly roll" atau gulungan yang umum digunakan pada baterai lithium-ion.

Baca Juga: iPhone Duo Mencuri Perhatian, Bagaimana Nasib iPhone 18 Pro?

Sel Bertumpuk Buka Peluang Baterai Lebih Besar

Pada baterai dengan desain sel bertumpuk, lapisan-lapisan material aktif disusun secara bertingkat. 

Konfigurasi tersebut memungkinkan pemanfaatan ruang internal secara lebih efisien dan berpotensi meningkatkan kepadatan energi. Teknologi ini menjadi semakin menarik ketika dipadukan dengan anoda silikon-karbon.

Baterai silikon-karbon telah membantu sejumlah smartphone flagship China mencapai kapasitas di atas 7.000mAh, jauh lebih besar dibandingkan kapasitas yang selama ini umum ditemukan pada ponsel premium.

Dengan kombinasi wadah baja, sel bertumpuk, dan silikon-karbon, kapasitas 9.000mAh hingga 10.000mAh mulai terlihat sebagai target yang lebih realistis.

Jika berhasil diterapkan pada perangkat flagship, angka tersebut dapat membawa perubahan besar terhadap daya tahan baterai ponsel.

Namun, produsen tetap menghadapi tantangan besar. Kapasitas baterai yang semakin besar harus ditempatkan bersama komponen lain seperti sistem kamera, chipset, sistem pendingin, dan berbagai sensor tanpa membuat perangkat menjadi terlalu tebal atau berat.

Samsung Juga Mulai Tingkatkan Kapasitas Baterai

Samsung juga dikabarkan tidak ingin tertinggal dalam perkembangan teknologi baterai. Bocoran mengenai Galaxy S27 Pro menyebut perangkat tersebut berpotensi membawa baterai sekitar 5.200mAh, sementara varian Ultra diperkirakan mencapai sekitar 5.700mAh.

Jika terealisasi, kapasitas tersebut akan menjadi peningkatan yang cukup berarti untuk lini Galaxy Ultra setelah beberapa generasi terakhir relatif konservatif dalam peningkatan kapasitas baterai.

Samsung juga diperkirakan mengandalkan teknologi silikon-karbon, yang sebelumnya telah digunakan perusahaan pada sejumlah perangkat lipatnya.

Untuk saat ini, perkembangan teknologi baterai menunjukkan bahwa produsen smartphone tidak hanya mengandalkan peningkatan kapasitas secara konvensional. 

Material casing, desain sel, kepadatan energi, dan pemanfaatan ruang internal menjadi bagian penting dalam upaya menghadirkan baterai yang semakin besar.

Jika pengembangan baterai sel bertumpuk dengan wadah baja ini berhasil, smartphone flagship dengan baterai 10.000mAh bukan lagi sekadar konsep, tetapi berpotensi menjadi salah satu arah baru dalam industri ponsel.

x|close