Airlangga Ungkap Jurus Pertahankan Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Agu 2026, 15:25
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan berada di kisaran 3 persen. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan berada di kisaran 3 persen. (Ntvnews.id-Muslimin Trisyuliono)

Ntvnews.id, Jakarta -  Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan perekonomian Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (yoy). Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh 5,12 persen.

BPS juga mencatat sejumlah negara mitra dagang utama Indonesia membukukan pertumbuhan ekonomi positif pada periode yang sama.

Vietnam mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,4 persen, disusul Malaysia 5,8 persen, Singapura 5,7 persen, Indonesia 5,29 persen, China 4,3 persen, Korea Selatan 3,7 persen, dan Amerika Serikat 2,1 persen.

Menanggapi capaian tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan berada di kisaran 3 persen.

Baca juga: Airlangga Bantah Gelombang PHK, Sebut Jumlah Pekerja Baru Jauh Lebih Banyak

"Global tumbuh kan di 3 persen. Kita masih tumbuh di 5,29 persen, kalau pertumbuhan satu semester 5,45 persen dan itu di atas pertumbuhan ekonomi global. Dan baik itu di Asean maupun di G20 kita tiga besar, jadi yang penting sekarang pemerintah terus bekerja konsentrasi untuk di semester ke II," ucap Airlangga di Kantor kemenko Perekonomian, Kamis 6 Agustus 2026.

Airlangga menyoroti pertumbuhan ekonomi di kawasan Nusa Tenggara dan Bali yang tercatat berada di atas rata-rata nasional.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan sektor pariwisata mulai kembali bergeliat dan menjadi salah satu penggerak ekonomi yang potensial.

"Kuartal selanjutnya tentu investasi tetap kita dorong kemudian industri yang terkait dengan pariwisata terus kita genjot. Dan ini kan salah satu yang menarik Nusa Tenggara dan Bali itu tumbuh di atas pertumbuhan nasional," ungkapnya.

Sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, pemerintah juga mendorong penambahan penerbangan langsung antara Indonesia dan Thailand.

Baca juga: Airlangga Pastikan Bantuan Pangan hingga Diskon Transportasi Berlanjut pada Semester II 2026

adapun rute baru yang telah disepakati kedua negara meliputi penerbangan langsung Phuket–Bali dan Bangkok–Bali yang akan dilayani maskapai TransNusa.

"Kemarin pada saat ada Perdana Menteri dari Thailand kita juga meminta agar jumlah turis yang ke Thailand sekitar 38 juta, kita sekitar 16 juta. Nah juga ada direct flight nanti langsung dari Phuket ke Bali atau dari Bangkok ke Thailand ditambahkan dengan penerbangan TransNusa," tandasnya.

HIGHLIGHT

x|close