Airlangga Sebut Hilirisasi dan Manufaktur Jadi Motor Serapan Tenaga Kerja

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Agu 2026, 11:50
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan pemaparan dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan pemaparan dalam konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan peningkatan penyerapan tenaga kerja pada 2026 didorong oleh berkembangnya sektor hilirisasi, manufaktur, serta industri makanan dan minuman.

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026, Airlangga mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan penyerapan tenaga kerja sepanjang Februari hingga Mei 2026 bertambah sekitar 522 ribu orang.

“Pertumbuhan tenaga kerja itu akibat dari investasi, investasi kembali 30 persen ke hilirisasi. Kemudian, di Pulau Jawa lebih banyak masuk ke manufaktur. Sektor itulah yang menjadi salah satu penopang peningkatan penyerapan tenaga kerja,” ujar Airlangga.

Menurutnya, sektor hilirisasi dan manufaktur memiliki kemampuan besar dalam menciptakan lapangan pekerjaan karena melibatkan banyak tenaga kerja pada setiap tahapan produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga distribusi.

Baca JugaAirlangga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026, Lampaui Rata-rata Global

Airlangga menambahkan industri makanan dan minuman juga berkontribusi terhadap peningkatan kesempatan kerja. Sektor tersebut tumbuh sekitar 10 persen seiring meningkatnya konsumsi masyarakat dan aktivitas pariwisata.

“(Sektor) makanan minuman, itu turis lokal maupun wisatawan mancanegara juga mendorong (serapan tenaga kerja),” katanya menambahkan.

Sebelumnya, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menjelaskan kenaikan penyerapan tenaga kerja pada periode Februari hingga Mei 2026 berjalan seiring dengan bertambahnya jumlah angkatan kerja menjadi 155,41 juta orang atau naik sekitar 497 ribu orang.

BPS juga mencatat jumlah penduduk usia kerja hingga Mei 2026 mencapai 220,23 juta orang atau meningkat 689 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Baca JugaAirlangga Ungkap Capaian Pemerintah Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Ekonomi hingga Investasi Jadi Sorotan

Edy merinci, jumlah pekerja penuh mencapai 98,98 juta orang atau bertambah 391 ribu orang.

“Untuk pekerja paruh waktu sebanyak 38,42 juta orang atau meningkat sebanyak 72 ribu orang, serta untuk pekerja setengah pengangguran sebanyak 10,79 juta orang atau bertambah sebanyak 59 ribu orang,” ujar Edy.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close