Kemarau Diprediksi hingga Oktober, Pramono Siapkan Hujan Buatan 1-2 Kali Sepekan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Agu 2026, 17:50
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

NTVNews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi potensi kemarau panjang yang diprediksi berlangsung hingga Oktober 2026. Salah satu upaya yang disiapkan adalah modifikasi cuaca untuk menghasilkan hujan buatan secara berkala.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan bahwa berdasarkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah pusat, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kemarau diperkirakan berlangsung cukup panjang.

Baca Juga: Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,52 Persen di Triwulan II 2026, Pramono: Lampaui Nasional

Puncak fenomena El Nino diperkirakan terjadi hingga akhir September atau memasuki awal Oktober. Hujan diperkirakan mulai kembali turun pada sekitar pertengahan hingga minggu pertama dan kedua Oktober.

"Dari data yang ada, puncak El Nino itu akan panjang, mungkin salah satu yang terpanjang dibandingkan dengan tahun 2023 pada waktu itu. Puncaknya kurang lebih nanti akhir September atau pertengahan Oktober, minggu pertama, kedua Oktober baru akan ada hujan," ucapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Jakarta Siapkan Modifikasi Cuaca

Ilustrasi cuaca panas. <b>(ANTARA)</b> Ilustrasi cuaca panas. (ANTARA)

Mengantisipasi minimnya curah hujan selama periode kemarau, Pemprov DKI Jakarta mulai menyiapkan skema modifikasi cuaca. Pramono bahkan telah memberikan persetujuan agar hujan buatan dapat dilakukan secara rutin. Menurutnya, operasi modifikasi cuaca dapat dilaksanakan sekitar satu hingga dua kali dalam sepekan.

"Intinya tadi saya sudah memberikan persetujuan untuk kalau bisa setiap minggu itu satu-dua kali dibuat hujan buatan atau modifikasi cuaca. Karena ini akan berlangsung lama dan dalam kesempatan ini saya juga menyampaikan ada dua hal yang secara prinsip kita tangani," ungkap Pramono.

Selain menyiapkan modifikasi cuaca, Pemprov DKI Jakarta juga menetapkan dua persoalan utama yang menjadi perhatian selama kemarau panjang, yakni risiko kebakaran dan ketersediaan air bersih.

Baca Juga: JPO Tendean Ambruk Ditabrak Truk Segera Dibangun, Pramono: Enggak Pakai APBD

Ia meminta seluruh jajaran pemerintah kota untuk ikut mengampanyekan gerakan Jaga Jakarta. Kampanye tersebut akan difokuskan pada peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran serta kesiapan menghadapi potensi gangguan pasokan air bersih.

"Dua hal; satu kebakaran, yang satu adalah penyediaan air bersih pasti mengalami hambatan," ucapnya.

Untuk memperkuat pencegahan kebakaran, Pramono meminta kesiapan alat pemadam api ringan (APAR) di tingkat lingkungan ditingkatkan. Ia menginstruksikan agar setiap RW mulai memastikan ketersediaan APAR sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kebakaran akibat kondisi lingkungan yang semakin kering.

"Saya minta untuk setiap RW untuk persiapan APAR, alat untuk pemadam kebakarannya dipersiapkan dari sekarang karena ini pasti cepat atau lambat karena suasananya kering dan juga kemungkinan untuk terjadi ISPA," tutup Pramono.

HIGHLIGHT

x|close