Singgung Keadaan Gaza, Prabowo: Kita Seolah Kurang Berdaya untuk Memmbantu Mereka

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Sep 2026, 09:21
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto di HUT Gontor Prabowo Subianto di HUT Gontor (Istimewa)

Ntvnews.id, Ponorogo - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keprihatinannya terhadap kekerasan yang masih berlangsung di Gaza, Palestina. Ia menyoroti serangan yang terus terjadi terhadap warga sipil di wilayah tersebut.

“Tadi saya teringat saudara-saudara kita di Palestina. Mereka dibantai, mereka dibom, mereka diserang terus-menerus, kita seolah kurang berdaya untuk membantu mereka,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026.

Menurut Prabowo, kondisi tersebut menjadi pengingat penting bagi generasi muda, tokoh agama, dan para pendidik, termasuk di lingkungan Gontor, untuk bersama-sama membangun Indonesia menjadi bangsa yang kuat. Ia menilai kekuatan sebuah negara berpengaruh terhadap penghormatan yang diberikan bangsa lain.

Prabowo mengatakan Indonesia yang kuat dan berdaulat akan memiliki kemampuan lebih besar untuk membantu negara maupun masyarakat yang mengalami penindasan, termasuk rakyat Palestina.

“Ini saya kira harus mendorong dan memicu suatu kehendak untuk belajar sungguh-sungguh. Kehendak untuk membangun bangsa Indonesia yang kuat, karena bangsa yang tidak kuat, bangsa itu akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa lain,” katanya.

“Kalau kita kuat, kita bisa membantu saudara-saudara kita yang tertindas dan yang ditindas oleh bangsa-bangsa lain. Kalau kita tidak punya kekuatan, bagaimana kita bisa membantu saudara-saudara?” ujarnya.

Prabowo juga mengingatkan pentingnya bagi bangsa Indonesia untuk belajar dari sejarah dan berani mengakui kelemahan yang dimiliki. Menurutnya, evaluasi terhadap kekurangan diri diperlukan agar kelemahan tersebut dapat diperbaiki.

“Kita harus jujur kepada diri kita, harus jujur bukan kepada orang lain, tetapi kita harus jujur kepada diri kita sendiri. Kita harus berani melihat kelemahan-kelemahan kita, gampang untuk kita bicara dengan hebat tapi sulit untuk kita melihat kekurangan-kekurangan kita sendiri, kelemahan-kelemahan kita sendiri,” ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga: Prabowo: Tak Boleh Ada Rakyat Kelaparan, Kemiskinan Harus Dihapus dari Indonesia

Kepala Negara kemudian mengingatkan bahwa Indonesia memiliki pengalaman panjang sebagai bangsa yang pernah dijajah. Ia menyebut para pendahulu bangsa berjuang menghadapi penjajahan hingga akhirnya Indonesia memperoleh kemerdekaan.

“Ini pahit, tapi kita harus berani mengakui dan kita harus belajar dari situ. Dan kita harus bertekad, jangan sekali-sekali kita akan dijajah kembali oleh siapa pun. Kita harus kuat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan dukungannya terhadap kemerdekaan Palestina. Ia mengepalkan tangan kanannya sambil meneriakkan seruan “Free Palestine” beberapa kali.

Seruan tersebut mendapat respons emosional dari Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia, Abdalfatah A.K. Alsattari. Ia kemudian meminta izin kepada Prabowo untuk memberikan kefiyyeh, kain bercorak khas yang selama ini lekat dengan identitas Palestina.

Abdalfatah naik ke atas panggung dan mengalungkan kefiyyeh tersebut kepada Prabowo. Keduanya kemudian berpelukan dalam suasana penuh haru.

Prabowo sempat menitikkan air mata dan mengusapnya menggunakan kefiyyeh sebelum kembali melanjutkan sambutannya. Sementara itu, Abdalfatah menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Prabowo dan masyarakat Indonesia kepada Palestina.

“Sejak saya tiba di Indonesia, selama delapan bulan, saya mulai merasakan dukungan yang sangat besar untuk Palestina. Dan ini bukan pertama kalinya Presiden menyampaikan tentang situasi di Palestina, dalam berbagai pidatonya, dan juga para pemimpin Indonesia, mereka berbicara tentang Palestina,” ujar Abdalfatah.

x|close