Panglima TNI Tekankan Kolaborasi Lintas Instansi Tangani Konflik di Papua

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Sep 2026, 14:11
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Tangkapan layar - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto saat memberikan paparan di acara Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat, 17 Juli 2026 Tangkapan layar - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto saat memberikan paparan di acara Panen Raya Serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat, 17 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan penanganan konflik di Papua membutuhkan kerja sama antara TNI, kementerian dan lembaga terkait, serta pemerintah daerah.

“Menyelesaikan Papua saya rasa tidak hanya oleh TNI, semuanya harus berkolaborasi: pemerintah daerah, kementerian-kementerian,” kata Agus saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu, 20 September 2026.

Agus menilai keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk mendukung operasi TNI di Papua. Kondisi geografis Papua yang memiliki wilayah luas serta banyak kawasan pegunungan menjadi salah satu alasan pentingnya kolaborasi tersebut.

Belakangan, sejumlah konflik kembali terjadi di beberapa wilayah Papua. Salah satu kasus terbaru yakni meninggalnya sopir travel asal Toraja, Aris Sanda alias Bapak Tasya, yang ditemukan bersama kendaraan dalam kondisi terbakar di kawasan Danau Habema, Papua Pegunungan.

Komando Operasi Habema TNI menyebut kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama sebagai pihak yang diduga melakukan kekerasan terhadap Aris Sanda.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. Wirya Arthadiguna mengatakan Aris sebelumnya membawa sejumlah penumpang dengan menggunakan mobil bak terbuka. Dalam perjalanan, kendaraan tersebut dihentikan oleh kelompok bersenjata yang kemudian memeriksa pengemudi dan para penumpang.

Baca Juga: Panglima TNI Tinjau Kesiapan Alutsista Demo Udara HUT Ke-81 RI

Usai pemeriksaan, para penumpang diperintahkan untuk kembali menuju Wamena. Sementara Aris ditahan dan dibawa oleh kelompok tersebut dengan berjalan kaki menuju arah Danau Habema.

Setelah memperoleh laporan mengenai kejadian tersebut, personel Koops TNI Habema langsung melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi pada Rabu, 16 September 2026.

Dalam proses pencarian, tim menemukan sebuah kendaraan yang telah terbakar. Di lokasi yang sama, personel juga menemukan jenazah Aris Sanda.

Koops TNI Habema menyatakan akan mengejar kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut sekaligus meningkatkan pengamanan di kawasan tersebut.

"Koops TNI Habema akan terus melakukan upaya penanganan terhadap kelompok bersenjata yang terlibat, termasuk melaksanakan pengejaran dan mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku guna mencegah jatuhnya korban berikutnya serta memberikan rasa aman kepada masyarakat," ucapnya.

TERKINI

Load More
x|close