Ntvnews.id, Tel Aviv - Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengancam akan “mengeliminasi” pihak mana pun yang mencoba mendekati Bukit Ali al-Taher di Lebanon Selatan. Israel juga disebut tengah menyiapkan langkah untuk mengambil alih kawasan yang dinilai memiliki posisi strategis tersebut.
Katz menegaskan Israel tidak akan membiarkan Hizbullah ataupun kelompok lain kembali membangun keberadaan mereka di kawasan tersebut.
“Kami tidak akan mengizinkan Hizbullah atau pihak mana pun kembali mendirikan kehadiran di sana,” kata Katz, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, 15 September 2026.
Katz mengklaim pasukan Israel telah menewaskan sejumlah anggota Hizbullah dan menghancurkan jaringan terowongan milik kelompok tersebut di sekitar Bukit Ali al-Taher. Menurut dia, militer Israel kini mempersiapkan langkah untuk mencegah Hizbullah maupun kelompok lain kembali memanfaatkan kawasan itu.
Menurut Katz, Bukit Ali al-Taher termasuk dalam wilayah yang disebut Israel sebagai “garis kuning” (yellow line) serta zona keamanan yang ditetapkan secara sepihak di wilayah Lebanon.
Baca Juga: Israel Hancurkan Terowongan Hizbullah, Ledakan Picu Gempa M 4,1
Zona yang diklaim Israel tersebut mencakup area sekitar 700 kilometer persegi. Katz juga menegaskan pasukan Israel tidak akan ditarik maupun mengubah posisi mereka sampai Hizbullah dilucuti di seluruh wilayah Lebanon.
Hingga kini, pemerintah Lebanon maupun Hizbullah belum memberikan tanggapan langsung atas pernyataan Menteri Pertahanan Israel tersebut.
Israel Ledakkan Jaringan Terowongan Hizbullah
Pada Kamis pekan lalu, militer Israel melancarkan ledakan besar di sekitar Bukit Ali al-Taher. Israel mengklaim operasi itu menghancurkan jaringan terowongan Hizbullah dan sejumlah infrastruktur lainnya dengan panjang lebih dari 2 kilometer.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian menyebut kawasan tersebut sebagai situs Iran terbesar di luar Iran.
Bukit Ali al-Taher berada di utara Sungai Litani, tepatnya di antara Kfar Tibnit dan Nabatieh al-Fawqa. Lokasinya menghadap sebagian besar wilayah Lebanon Selatan sehingga memiliki arti strategis bagi kepentingan militer.
Sebelumnya pada awal September, Netanyahu mengklaim pasukan Israel telah menuntaskan proses pembersihan di kawasan tersebut.
Serangan Israel Tewaskan Ribuan Orang
Asap membubung setelah pasukan Israel menghancurkan sejumlah bangunan menggunakan bahan peledak di kota Kfar Tebnit, Kegubernuran Nabatieh, Lebanon, pada 23 Juli 2026 - meskipun gencatan senjata sedang berlaku. Ledakan tersebut menyebabkan kerusakan (Antara)
Operasi militer Israel di Lebanon telah menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar. Berdasarkan data resmi pemerintah Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan hampir 4.400 orang dan menyebabkan sekitar 12.500 orang lainnya mengalami luka-luka.
Israel hingga saat ini masih menguasai sejumlah wilayah di Lebanon Selatan. Beberapa kawasan telah berada di bawah pendudukan Israel selama puluhan tahun, sedangkan wilayah lainnya direbut dalam konflik dan operasi militer yang berlangsung belakangan.
Keberadaan pasukan Israel di wilayah tersebut menjadi salah satu sumber ketegangan utama antara Israel dan Lebanon, terutama karena Hizbullah memiliki basis yang kuat di kawasan Lebanon Selatan.
Israel Katz (IG: Israel Katz)