Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan gagasan kontroversial terkait perubahan nama wilayah. Kali ini, Trump mengusulkan agar negara bagian New Mexico diubah namanya menjadi "New America".
Usulan tersebut disampaikan beberapa hari setelah Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mengganti nama Danau Ontario yang berada di perbatasan AS dan Kanada menjadi "Danau Amerika". Langkah itu dilakukan di tengah ketegangan perdagangan antara Washington dan Ottawa.
Dilansir dari AFP, Selasa, 8 September 2026, usulan mengenai New Mexico tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial pada Minggu, 6 September 2026 waktu setempat.
"Banyak orang menyarankan untuk mengubah nama New Mexico... menjadi NEW AMERICA," tulis Trump dalam postingannya.
"Jauh lebih bergengsi dan indah bagi penduduk negara bagian yang berpotensi luar biasa itu. Wow, saya menyukainya!!!" ucap Presiden AS itu.
Tak lama setelah Trump menyampaikan gagasannya, Gedung Putih turut mengunggah ulang sebuah gambar yang memperlihatkan tulisan "Mexico" pada nama negara bagian tersebut dicoret dan digantikan dengan kata "America".
Sejumlah media Amerika Serikat menyebut ide perubahan nama New Mexico tersebut pada awalnya beredar sebagai informasi palsu atau hoaks di internet sebelum kemudian diangkat Trump.
Baca Juga: Trump Sebut Jalur Pipa Akan Kurangi Ketergantungan pada Selat Hormuz
Gubernur New Mexico Michelle Lujan Grisham dengan tegas menolak gagasan tersebut. Grisham, yang telah memimpin New Mexico sejak 2019, mengatakan kepada Fox News bahwa nama negara bagian itu "tidak untuk diperdebatkan".
"Nama itu sudah menjadi milik kita sebelum Amerika Serikat terbentuk" tegasnya.
Grisham menilai usulan Trump hanya bertujuan untuk "mengalihkan perhatian rakyat Amerika" dari sejumlah persoalan domestik yang sedang dihadapi, termasuk kenaikan harga bahan bakar.
Sebelumnya, Trump juga sempat melontarkan gagasan untuk mengubah nama Selat Hormuz menjadi "Selat Trump" di tengah konflik yang terus berlangsung dengan Iran. Namun, beberapa jam setelah menyampaikannya, Trump mengisyaratkan bahwa usulan tersebut tidak disampaikan secara serius.
Kebiasaan Trump mengusulkan perubahan nama wilayah sebenarnya telah muncul sejak awal periode keduanya di Gedung Putih. Pada 2025, tepat di hari pertamanya kembali menjabat sebagai presiden, Trump mengubah nama Teluk Meksiko menjadi "Teluk Amerika".
Keputusan tersebut mendapat penolakan keras dari pemerintah Meksiko. Sementara itu, pemerintah Kanada juga menentang upaya Trump mengganti nama Danau Ontario menjadi "Danau Amerika".
Usulan terbaru mengenai perubahan nama New Mexico pun kembali menuai penolakan dari pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan wilayah tersebut.
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)