Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai pentingnya Selat Hormuz sebagai jalur utama pengiriman energi akan berkurang seiring pembangunan jaringan pipa dan penggunaan rute alternatif untuk mengangkut minyak di kawasan Timur Tengah.
Trump mengatakan sejumlah jalur baru kini tengah dikembangkan, termasuk rute pengiriman minyak melalui Suriah.
"Pipa-pipa sedang dibangun sekarang. Jalan melalui Suriah, yang luar biasa, sedang dibangun dan sebenarnya sudah terbuka. Orang-orang membawa minyak dengan truk melalui Suriah, truk-truk besar yang mengangkut minyak," kata Trump kepada wartawan, Jumat, 4 September 2026.
Menurut Trump, pembangunan berbagai jalur alternatif tersebut akan membuat negara-negara penghasil minyak tidak lagi terlalu bergantung pada Selat Hormuz untuk mendistribusikan komoditas energi.
"Sejumlah alternatif untuk Selat Hormuz sedang dibuat. Selat Hormuz tidak seperti dulu lagi ... mereka (Iran) pada akhirnya akan memiliki Selat Hormuz yang tidak lagi terlalu diperlukan. Pipa-pipa sedang dibangun di seluruh Timur Tengah sehingga mereka tidak perlu melalui Hormuz," katanya.
Baca Juga: Trump Terima Delegasi Rabi Anti-Zionis di Gedung Putih
Sebelumnya, Trump mengunggah sebuah gambar melalui Truth Social pada Kamis yang memperlihatkan sekitar 18 juta barel minyak per hari masih melewati Selat Hormuz. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan sekitar 20 juta barel per hari sebelum konflik dengan Iran berlangsung.
Trump pada 18 Agustus juga menyatakan bahwa Selat Hormuz telah terbuka untuk pelayaran. Meski demikian, blokade angkatan laut terhadap Iran masih tetap diberlakukan.
Selat Hormuz hingga kini masih menjadi salah satu jalur strategis dalam perdagangan energi dunia. Namun, meningkatnya ketegangan di kawasan membuat aktivitas pelayaran di wilayah tersebut mengalami penurunan tajam.
Dalam beberapa hari terakhir, hanya sedikit kapal yang tercatat melintasi selat tersebut. Kapal tanker minyak berukuran besar serta kapal pengangkut gas juga hampir sepenuhnya menghentikan penggunaan jalur itu.
Baca Juga: Trump Minta Eropa Bayar Biaya Senjata untuk Ukraina dalam Berperang
Sebelum terjadi eskalasi konflik, sekitar seperlima dari distribusi minyak dan gas alam cair dunia diketahui melewati Selat Hormuz.
(Sumber: Antara)
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. (Antara)