Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas di lima kawasan pegunungan di Jawa Timur. Kondisi tersebut membuat sejumlah jalur pendakian dan kawasan wisata ditutup sementara demi keselamatan masyarakat dan wisatawan.
Lima kawasan yang terdampak karhutla meliputi Gunung Semeru, Gunung Wilis, Gunung Ungup-Ungup, Gunung Arjuno Welirang, dan Bukit Sariwani. Tim gabungan dari BPBD, TNBTS, Tahura, Perhutani, TNI/Polri, Manggala Agni, serta relawan masih melakukan upaya pemadaman di sejumlah titik yang dapat dijangkau.
Kebakaran terbesar terjadi di kawasan Gunung Semeru sejak Selasa, 26 Agustus 2026, dengan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 1.888,91 hektare. Upaya pemadaman melalui udara sempat dilakukan, namun terhenti akibat kendala pada helikopter sehingga penanganan dilanjutkan secara manual dan dengan pembuatan sekat bakar.
Baca Juga: Wisata Kawah Ijen Ditutup Sementara karena Karhutla
Sementara itu, kebakaran di Gunung Ungup-Ungup, Banyuwangi, meluas hingga kawasan Bondowoso dengan luas sekitar 20 hektare. Kondisi tersebut menyebabkan kawasan TWA Kawah Ijen ditutup sementara. Jalur pendakian Gunung Semeru juga masih ditutup sejak Selasa, 26 Agustus 2026.
BNPB mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk mematuhi penutupan kawasan wisata pegunungan serta tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang dapat memperluas titik api. Masyarakat juga diminta segera melapor kepada petugas apabila menemukan titik api atau kepulan asap di kawasan hutan.
(Sumber: Antara)
Petugas tangani karhutla Gunung Semeru yang juga belum padam hingga Kamis, 3 September 2026 (Antara)