Ntvnews.id, Jakarta -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan tajam 2.671 titik panas (hotspot) yang tersebar di Pulau Sumatera berdasarkan pembaruan data pada Jumat (4/9/2026) pukul 07.00 WIB.
Prakirawan BMKG Pekanbaru Putri Santy Siregar mengungkapkan bahwa sebaran titik panas tersebut merata di sembilan provinsi. Lonjakan tertinggi tercatat di Provinsi Sumatera Selatan dengan temuan mencapai 1.583 titik.
"Wilayah lain yang turut menyumbang angka tinggi adalah Provinsi Bangka Belitung dengan 312 titik, Jambi 330 titik, Riau 234 titik, Lampung 115 titik, dan disusul Bengkulu 39 titik, Kepulauan Riau 29 titik, Sumatera Barat 21 titik, dan Sumatera Utara delapan titik," paparnya.
Khusus di Provinsi Riau, sebanyak 235 titik panas terdeteksi di 10 kabupaten dan kota. Kabupaten Indragiri Hilir menjadi wilayah paling krusial dengan 79 titik panas, disusul Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 42 titik, dan Kabupaten Bengkalis dengan 35 titik.
Selebihnya, sebaran titik panas di Riau berada di Kabupaten Kepulauan Meranti (28 titik), Pelalawan (27 titik), Siak (12 titik), Kuantan Singingi (6 titik), serta Kota Pekanbaru dan Kampar yang masing-masing mencatatkan satu titik.
Maraknya titik panas ini langsung memicu munculnya kabut asap yang memperburuk ruang udara. Pada Kamis (3/9/2026) malam, jarak pandang di Kota Pekanbaru menyusut hingga lima kilometer. Kondisi semakin memprihatinkan setelah pengukuran Konsentrasi Partikulat PM2.5 menunjukkan kualitas udara pada dini hari hingga pagi masuk kategori sangat tidak sehat.
Meranggapi ancaman tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau memastikan tim gabungan terus memadamkan titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi di Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti, dan Indragiri Hilir.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi: Manggala Agni melakukan pemadaman kebakaran lahan di Riau (Antara)