Ntvnews.id, Washington - Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance mengakui kemungkinan pasukan AS secara tidak sengaja menyerang warga sipil dalam operasi militernya di Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Vance pada Kamis, 3 September 2026, setelah muncul laporan mengenai serangan AS yang diduga mengenai sebuah pesta pernikahan warga sipil di wilayah selatan Iran.
Vance menegaskan bahwa militer AS tidak pernah menjadikan warga sipil sebagai sasaran dalam operasi. Namun, ia mengakui kesalahan dalam pelaksanaan serangan tetap mungkin terjadi.
"AS tidak pernah mengincar warga sipil dalam pertempuran. Kami tidak akan pernah melakukan itu. Kami juga tidak mungkin melakukannya. Namun, sayangnya, jelas, sesuatu mungkin terjadi," kata Vance.
Baca Juga: Serangan AS Hantam Pesta Pernikahan di Iran
Ia mengatakan militer AS akan mempelajari setiap kesalahan yang terjadi untuk meningkatkan pelaksanaan operasi berikutnya. Pemerintah AS juga tengah melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut.
Pihak berwenang Iran sebelumnya menyatakan sebuah pesta pernikahan di Sirik, Provinsi Hormozgan, menjadi sasaran serangan AS pada Selasa malam, 1 September 2026. Serangan itu dilaporkan menewaskan lima orang dan melukai sekitar 70 lainnya.
Pada malam yang sama, AS melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut target serangan meliputi fasilitas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), termasuk sistem pertahanan udara, stasiun radar, aset angkatan laut, dan fasilitas komunikasi.
Baca Juga: Trump Sebut Serangan AS ke Iran untuk Lindungi Israel dan Negara Barat
Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah infrastruktur militer AS di beberapa negara di kawasan Timur Tengah.
(Sumber: Antara)
Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance saat konferensi pers di Gedung Putih, Washington D.C., AS (Antara)