Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan AS di Sejumlah Negara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Sep 2026, 20:25
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Ilustrasi - Serangan Iran ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Militer Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan Amerika Serikat (AS) yang berada di Kuwait, Bahrain, Yordania, dan Irak. Serangan tersebut disebut sebagai aksi balasan atas serangan mematikan AS yang sebelumnya menyasar sebuah acara pernikahan di Iran.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan serangan balasan dilakukan menggunakan rudal dan pesawat nirawak. Sasaran serangan di antaranya markas besar serta lokasi komando militer AS di Pangkalan Ali Al Salem, Kuwait.

"Sebagai tanggapan atas kejahatan ini, para pejuang pemberani dari pasukan darat IRGC, bersamaan dengan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Yordania, Erbil (Irak), dan Bahrain, hari ini meluncurkan serangan ke markas besar dan lokasi komando AS di pangkalan Ali Al Salem di Kuwait dengan menggunakan rudal dan pesawat nirawak (drone)," demikian Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Rabu, 2 September 2026.

IRGC menyebut serangan tersebut menyebabkan sejumlah orang menjadi korban.

Baca JugaSoroti Masalah Geopolitik, Peru Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran

Serangan AS sebelumnya terjadi pada sebuah acara pernikahan di Kuhestak, Sirik, wilayah yang berada di kawasan Selat Hormuz, pada Selasa, 1 September 2026. Sedikitnya lima orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan lebih dari 60 orang lainnya mengalami luka-luka.

Wakil Gubernur Hormozgan Ahmad Nafisi kemudian menyampaikan bahwa jumlah korban luka akibat serangan tersebut bertambah menjadi 68 orang.

"Jumlah korban luka dalam serangan militer AS terhadap sebuah acara pernikahan di Kuhestak, Sirik, meningkat jadi 68," kata Nafisi dikutip kantor berita pemerintah, Selasa, 1 September 2026.

Baca JugaIran Ungkap Kembangkan Sistem Pertahanan Udara Baru yang Belum Dimiliki Negara Lain

Sebelumnya, Nafisi menyampaikan bahwa korban meninggal akibat serangan di Kuhestak tercatat sebanyak empat orang.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close