AS Serang Peluncur Rudal Iran di Pulau Larak, Pertama Sejak Juli

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Agu 2026, 11:51
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Ilustrasi - Fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah. (Antara)

Ntvnews.id, Istanbul - Pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak pada Minggu, 30 Agustus 2026. Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa serangan tersebut menjadi aksi pertama Washington terhadap wilayah Iran sejak akhir Juli.

Serangan itu dilakukan setelah jeda sekitar satu bulan dalam keterlibatan militer langsung antara kedua pihak. Operasi tersebut menyasar sistem yang diduga tengah dipersiapkan untuk meluncurkan roket bermuatan ranjau laut ke Selat Hormuz.

Menurut pejabat AS tersebut, pasukan Amerika terus mengawasi kawasan itu secara ketat dan siap menjaga kelancaran arus perdagangan di jalur perairan strategis tersebut. Selat Hormuz memiliki titik tersempit dengan jarak sekitar 39 kilometer antara Pulau Larak dan Pulau Great Quoin milik Oman.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan sejumlah pejuang dan warga sipil tewas serta terluka akibat serangan itu. IRGC juga berjanji akan melakukan pembalasan.

Baca JugaAS Serang Iran Habis-habisan, Trump Tepati Ancaman Balas Serangan ke Pasukan Amerika

Sementara itu, Kantor Berita Tasnim milik Iran melaporkan bahwa informasi awal mengindikasikan serangan tersebut dilakukan menggunakan drone.

Hingga berita ini disiarkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai dampak serangan tersebut.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyatakan seluruh ranjau telah disingkirkan dari Selat Hormuz. Ia juga memperingatkan adanya “kebijakan toleransi nol” terhadap upaya penempatan ranjau baru.

Trump mengatakan Washington memanfaatkan teknologi “Space Force” (Angkatan Antariksa) untuk mengawasi kawasan tersebut dengan tingkat presisi yang sangat tinggi.

Baca JugaAS Serang Bandara hingga Jembatan Dekat Selat Hormuz

Para pejabat Iran, di sisi lain, menegaskan bahwa “tidak ada seorang pun kecuali Iran yang mengetahui lokasi” ranjau-ranjau di jalur perairan strategis itu.

Ketegangan antara Teheran dan Washington masih tinggi sejak perang dimulai dengan serangan terhadap Iran pada akhir Februari.

Nota kesepahaman sebelumnya telah ditandatangani pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Namun, perbedaan pandangan mengenai navigasi di selat tersebut membuat AS melancarkan kampanye pengeboman selama dua pekan dan kembali menerapkan blokade laut pada Juli.

Belum diketahui apakah serangan terbaru tersebut hanya merupakan operasi tunggal atau menjadi awal dari kampanye pengeboman baru yang berlangsung secara berkelanjutan.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close