Ntvnews.id, Washington D.C - Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) John Ratcliffe menjadi sorotan setelah diketahui melakukan kunjungan rahasia ke Rusia pada pekan ini. Lawatan mendadak Ratcliffe ke Moskow pada Senin, 24 Agustus 2026 malam memunculkan dugaan bahwa ia menjalankan misi khusus dari Washington.
Dilansir dari Wall Street Journal (WSJ), Jumat, 28 Agustus 2026, melaporkan kunjungan tersebut diduga bertujuan menyampaikan peringatan kepada Kremlin agar tidak melakukan serangan terhadap negara-negara anggota NATO.
Dugaan itu muncul setelah penilaian intelijen AS mengindikasikan Rusia kemungkinan berupaya menguji ketahanan NATO melalui serangan terbatas terhadap salah satu negara anggotanya. Bentuknya dapat berupa serangan siber ataupun operasi militer berskala kecil.
Namun, Presiden AS Donald Trump membantah laporan tersebut pada Rabu. Ia mengatakan perjalanan Ratcliffe ke Rusia merupakan agenda yang bersifat rutin.
"Dia ada di sana untuk semacam rutinitas biasa," kata Trump kepada Glenn Beck dalam wawancara melalui telepon di program radionya.
Baca Juga: Usai Dikira Tewas, Trump Kini Yakin Mojtaba Khamenei Masih Hidup
Trump juga memberikan pujian kepada Ratcliffe dan menegaskan bahwa kunjungannya tidak berkaitan dengan dugaan misi yang diberitakan.
"John Ratcliffe adalah orang yang fantastis. Dia kepala CIA, dan dia tidak berada di sana untuk hal-hal yang Anda katakan," ucap Trump.
Menurut Trump, keberadaan Ratcliffe di Rusia justru berkaitan dengan upaya mengakhiri perang yang berlangsung di Ukraina.
"Sekarang mungkin akan ada sesuatu yang terungkap dari kunjungan tersebut. Kami bekerja sangat keras untuk mengakhiri perang ini, dan terus terang, mereka berdua sama-sama ingin mengakhirinya," ucapnya, seperti dikutip CNN.
Kremlin juga telah memberikan penjelasan mengenai kunjungan tersebut. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Ratcliffe datang ke Moskow dalam rangka "dinas rahasia". Namun, ia memastikan Direktur CIA itu tidak melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Peskov menyebut komunikasi Ratcliffe dengan sejumlah pejabat Rusia berlangsung dalam suasana yang positif.
Kunjungan ini menjadi perjalanan pertama Ratcliffe ke Rusia sejak 2021. Sebelumnya, Direktur CIA William Burns datang ke Moskow pada November 2021 dan memperingatkan pemerintah Rusia agar tidak mengerahkan pasukan ke Ukraina. Beberapa pekan setelah kunjungan tersebut, Rusia kemudian melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina.
Lawatan Ratcliffe berlangsung ketika tekanan Rusia terhadap NATO semakin meningkat dalam setahun terakhir. Sejumlah insiden juga terjadi, termasuk penerbangan drone maupun pesawat militer di wilayah udara atau sekitar Polandia, Rumania, dan Latvia.
John Foreman, mantan atase militer Inggris di Moskow pada 2019-2022, menilai kunjungan mendadak pejabat senior ke Rusia secara diam-diam bukan hal yang lazim.
"Biasanya Amerika tidak mengirim pejabat berpangkat tinggi ke Moskow tanpa pemberitahuan dalam waktu singkat kecuali ada sesuatu yang sedang terjadi," ucapnya.
Meski hubungan Washington dan Moskow masih diwarnai ketegangan akibat perang Rusia-Ukraina, kedua negara tetap mempertahankan jalur komunikasi langsung dalam sejumlah isu yang berkaitan dengan intelijen dan keamanan.
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 (Antara)