Kebakaran Rumah Sakit Tewaskan 14 Bayi Baru Lahir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Agu 2026, 06:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi kebakaran Ilustrasi kebakaran (Pixabay)

Ntvnews.id, Islamabad - Kebakaran terjadi di ruang perawatan bayi Institut Ilmu Kedokteran Pakistan di Islamabad pada Rabu, 26 Agustus 2026 dini hari. Sebanyak 14 bayi yang baru lahir meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Administrasi rumah sakit mengonfirmasi bahwa seluruh korban merupakan bayi yang tengah menjalani perawatan di unit perawatan intensif (ICU). Dari total 15 bayi yang berada di ruangan tersebut, hanya satu yang berhasil diselamatkan oleh seorang dokter.

Dilansir dari The Guardian Jumat, 28 Agustus 2026, Juru bicara rumah sakit, Dr. Aneeza Jalil, mengatakan proses penyelamatan berlangsung dalam kondisi sulit. Asap tebal memenuhi ruangan sehingga petugas harus memecahkan jendela untuk dapat menjangkau bayi-bayi yang berada di dalam.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, api diduga berasal dari kerusakan pada unit pendingin udara. Perangkat tersebut disebut meledak di ruang perawatan bayi hingga memicu kebakaran.

Menteri Kesehatan Pakistan Mustafa Kamal mengatakan sebagian besar bayi berada di dalam inkubator atau mendapatkan bantuan oksigen. Keberadaan tabung oksigen di ruangan tersebut turut memperparah kobaran api.

Kepala Komisioner Islamabad Sohail Ashraf menyebut layanan darurat menerima laporan mengenai kebakaran sesaat sebelum pukul 07.00 waktu setempat. Petugas pemadam, tim penyelamat, dan kepolisian kemudian dikerahkan ke lokasi.

Api akhirnya berhasil dikendalikan oleh petugas. Bayi-bayi yang berhasil diselamatkan kemudian segera dipindahkan ke unit perawatan intensif lainnya.

Baca Juga: Polisi Selidiki Pemicu Kebakaran 60 Rumah di Muara Angke

Namun, proses evakuasi diwarnai kepanikan. Salah seorang ayah yang kehilangan bayinya mengaku pintu ruang perawatan dalam kondisi terkunci saat kebakaran berlangsung. Menurutnya, tidak ada petugas di lokasi yang dapat segera membuka pintu tersebut.

Kebakaran juga membuat para ibu yang baru melahirkan berusaha menyelamatkan diri. Sebagian dari mereka berlari melalui tangga dan bahkan keluar lewat jendela untuk menghindari kobaran api.

Salah seorang saksi, Sardar Atti ur Rehman, berada di rumah sakit karena istrinya baru melahirkan sehari sebelumnya. Setelah mendengar adanya kebakaran, ia langsung menuju ruang bersalin untuk memastikan keselamatan keluarganya.

"Saya tidak bisa melihat keluarga saya, termasuk bayi saya yang baru lahir, di ruangan itu, tetapi terus mencari," kata Rehman.

Rehman akhirnya mengetahui bahwa istri dan bayinya berhasil selamat. Namun, ia juga menyaksikan kepanikan keluarga lain yang bayinya masih berada di ICU.

"Saya melihat seorang ibu yang menangis dan berteriak memanggil anaknya yang dirawat di ICU," ujar Rehman seperti dikutip The Guardian.

"Saya mencoba masuk ke ICU tetapi gagal karena asapnya terlalu tebal. Saya tidak bisa melihat apa pun dan saya kesulitan bernapas. Saya memohon padanya agar menyelamatkan diri dan kami akan mencari anaknya nanti, " tambahnya.

Saksi lainnya, Alamzaib Khan, juga berusaha menuju bangsal untuk membantu menyelamatkan korban setelah memastikan kondisi istrinya.

"Saat saya mendekati bangsal anak-anak, saya tidak bisa melihat apapun karena asapnya sangat tebal. Saya mencoba masuk ke dalam tetapi tidak mungkin, " kata Khan.

Situasi di rumah sakit semakin kacau karena para pasien dan keluarga berusaha menyelamatkan diri.

"Orang-orang menangis, menjerit, dan meminta bantuan. Para wanita dari ruang operasi harus lari menyelamatkan diri. Para wanita itu sendiri kesakitan tetapi menangis dan memohon kepada semua orang untuk membantu mereka menyelamatkan anak-anak mereka, " tambahnya.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif kemudian memerintahkan penyelidikan segera untuk mengungkap penyebab kebakaran sekaligus menentukan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"Situasi yang melibatkan anak-anak seperti ini tidak dapat diperbaiki. Para pelaku harus diidentifikasi, dan tindakan paling tegas harus diambil," kata Sharif.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para bayi yang meninggal. Ia menyebut tragedi tersebut sebagai peristiwa yang sangat menyedihkan.

Kebakaran pada bangunan besar masih menjadi persoalan serius di Pakistan. Sejumlah insiden serupa sebelumnya terjadi dan kerap dikaitkan dengan buruknya standar keselamatan serta lemahnya penerapan aturan bangunan.

HIGHLIGHT

x|close