Sudah Dinikmati 62 Juta Penerima, Prabowo: Kekurangan Program MBG Terus Diperbaiki

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Agu 2026, 04:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur Presiden Prabowo Subianto menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur (Istimewa)

Ntvnews.id, Jombang - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menyempurnakan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, program MBG telah dinikmati lebih dari 62 juta penerima manfaat.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Kamis, 27 Agustus 2026.

Prabowo mengatakan bahwa MBG merupakan program besar dengan tantangan yang juga tidak sedikit. Oleh karena itu, pemerintah terus melakukan evaluasi serta perbaikan agar implementasinya semakin baik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

“MBG adalah program yang besar. Tantangannya banyak. Kekurangannya masih banyak. Tapi kita akan selesaikan semua kekurangan tersebut,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa perbaikan tersebut dilakukan guna memastikan manfaat MBG dapat diterima oleh kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program, khususnya anak-anak, ibu hamil, serta lanjut usia.

Baca Juga: Buka Muktamar NU, Prabowo: Jas Hijau, Jangan Sekali-sekali Lupakan Jasa Ulama

“Karena yang penting adalah manfaat harus diterima oleh semua anak-anak kita. Dan semua ibu-ibu hamil, dan semua orang tua lanjut usia. Itu tekad kita,” tegasnya.

Prabowo juga menjelaskan bahwa keberlanjutan dan penyempurnaan MBG menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun sumber daya manusia Indonesia. Pemerintah akan terus memastikan program tersebut berjalan dengan baik.

Komitmen tersebut sejalan dengan tekad pemerintah untuk menghadirkan program-program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Dari penghematan-penghematan kita, sudah ratusan triliun yang bisa kita hemat. Uang itulah yang kita gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat yang paling miskin, yang paling tidak berdaya,” pungkasnya.

HIGHLIGHT

x|close