BGN Siapkan Sanksi Tegas bagi Kepala SPPG yang Lalai

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Agu 2026, 21:28
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala BGN: Kepala SPPG yang sebabkan kejadian fatal akan dipecat Kepala BGN: Kepala SPPG yang sebabkan kejadian fatal akan dipecat (Antara)


Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terbukti menyebabkan kejadian fatal dan membahayakan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dikenai sanksi tegas hingga pemecatan.

Sudaryono mengatakan sanksi tersebut tidak hanya berupa pencopotan dari jabatan. Kepala SPPG yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) dapat diajukan untuk diberhentikan dengan tidak hormat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Sanksi yang pertama, dapurnya akan ditangguhkan (suspend) berat, kemudian bagi kepala SPPG, sanksi yang bisa saya berikan bukan hanya dicopot, melainkan saya ajukan pemecatan dengan tidak hormat melalui BKN status ASN-nya karena ini sudah menyangkut (nyawa)," ujar Sudaryono dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.

Ia juga membuka kemungkinan agar investigasi terkait insiden yang terjadi diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan kelalaian.

Baca juga: BGN Minta SPPG Dekat Lokasi Gempa NTT Siaga dan Sesuaikan Pelayanan

Menurut Sudaryono, keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG bukan hanya berkaitan dengan operasional dapur, tetapi menyangkut keselamatan penerima manfaat. Karena itu, seluruh kepala dapur, petugas, dan penanggung jawab diwajibkan menjalankan seluruh prosedur operasional standar (SOP).

Sudaryono turut mengingatkan para petugas yang merasa tidak mampu menjalankan tanggung jawabnya agar mengundurkan diri daripada mengambil risiko yang dapat membahayakan penerima manfaat.

"Ini juga peringatan bagi yang lain, harus ekstra hati-hati dan kerja dengan sebaik-baiknya. Kalau enggak bisa, kau mundur, kalau merasa enggak mampu, mundur, jangan nyawa orang jadi permainan," tuturnya.

Ia menegaskan, petugas yang merasa tidak mampu menjalankan tugas sebagai kepala dapur, koki, maupun bagian lain di SPPG sebaiknya mengundurkan diri.

Baca juga: BGN Pertimbangkan Test Kit di Setiap Dapur SPPG untuk Cegah Keracunan

"Kalau enggak mampu jadi kepala dapur atau koki, maupun jadi petugas di situ, kau mundur saja karena nyawa seseorang enggak bisa dipertaruhkan," kata Sudaryono.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close