BNPB Catat 1.378 Sekolah di Flores NTT Terdampak Gempa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Agu 2026, 19:40
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Bangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Manggarai mengalami kerusakan akibat gempa bumi di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). Hingga Kamis (20/8) pagi, BNPB mencatat sebanyak 804 fasilitas pendidikan terdampak bencana gempa bumi NTT Bangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Manggarai mengalami kerusakan akibat gempa bumi di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). Hingga Kamis (20/8) pagi, BNPB mencatat sebanyak 804 fasilitas pendidikan terdampak bencana gempa bumi NTT (Antara)

Ntvnews.id, Flores - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.378 sekolah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi sepekan lalu.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pendataan dampak kerusakan sekolah oleh tim gabungan di lapangan telah mencapai 92 persen hingga Jumat, 21 Agustus 2026.

"Dari jumlah sekolah itu, progres pendataan secara keseluruhan telah mencapai 92 persen, kerusakan sarana fisik meliputi 5.521 unit ruang kelas rusak serta 502 unit bangunan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan kategori berat," kata Berton dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

BNPB tidak merinci jenjang pendidikan dari sekolah-sekolah yang terdampak. Namun, pemerintah terus menyiapkan sarana dan prasarana darurat agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung bagi 177.678 siswa serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan yang terdampak.

Baca Juga: BNPB Perkuat Operasi Udara di 6 Provinsi Prioritas Karhutla

Atas pertimbangan keselamatan, sebanyak 923 sekolah untuk sementara meliburkan kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, 35 sekolah memanfaatkan ruang darurat untuk melaksanakan pembelajaran.

Selain itu, 171 sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ), sedangkan 30 sekolah lainnya masih dapat menjalankan kegiatan belajar mengajar secara normal.

Ada pun 219 sekolah hingga kini masih belum mendapatkan keterangan resmi dari tim asesmen lapangan.

Berton mengatakan BNPB bersama kementerian dan lembaga terkait serta pemerintah daerah akan mempercepat pendataan akhir dan menyiapkan langkah pemulihan sarana pendidikan.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar siswa di wilayah terdampak gempa dapat kembali berlangsung dengan aman.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close