Ntvnews.id, Jombang, Jawa Timur - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan banyak penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami patah tulang akibat gempa magnitudo 7,7 yang berpusat di Flores pada 15 Agustus 2026.
Budi mengatakan dua rumah sakit lapangan telah beroperasi untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak, termasuk menangani pasien yang mengalami patah tulang.
"Itu sudah beroperasi kemarin, dan sudah bisa melakukan operasi, terutama patah tulang karena banyak sekali yang patah tulang di (bagian) sini, (bagian) sini, sekarang sudah beroperasi dua rumah sakit itu," kata Budi saat ditemui setelah kunjungan skrining tuberkulosis (TB) gratis di SMA A. Wahid Hasyim, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis.
Menurut Budi, sekitar 40 keluarga telah mendapatkan pelayanan dari dua rumah sakit lapangan tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendirikan dua rumah sakit lapangan untuk menangani kebutuhan kesehatan masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
Baca Juga: Respons Cepat Gempa NTT, Pegadaian Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Melalui Program Pegadaian Peduli
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kemenkes Sumarjaya mengatakan rumah sakit lapangan tersebut berada di Rumah Sakit Ruteng dan Rumah Sakit Aeramo Nagekeo.
"Di Rumah Sakit Ruteng karena cukup parah dan hari ini telah melakukan operasi di tenda, termasuk juga di Rumah Sakit Aeramo Nagekeo, kita operasikan hari ini, sudah berjalan. Dua rumah sakit ini membantu puskesmas-puskesmas yang terdampak gempa," ujar Sumarjaya.
Selain mendirikan rumah sakit lapangan, Kemenkes bekerja sama dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) untuk mengidentifikasi puskesmas yang mengalami kerusakan parah dan sulit dijangkau.
Beberapa fasilitas kesehatan yang menjadi perhatian berada di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai, serta Puskesmas Dampek di Kabupaten Manggarai Timur.
Sumarjaya mengatakan kondisi di kedua wilayah tersebut cukup sulit sehingga Kemenkes mengirimkan tenaga medis darurat atau Emergency Medical Team (EMT).
Baca Juga: Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang, BNPB Perkuat Distribusi Bantuan
Tim tersebut bertugas memberikan pelayanan kesehatan sekaligus membantu mengevakuasi masyarakat yang membutuhkan rujukan ke rumah sakit.
(Sumber: Antara)
Menkes Budi Gunadi Sadikin (dua dari kiri) saat memantau skrining tuberkulosis (TB) gratis pada siswa SMA A. Wahid Hasyim, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur (Antara)