Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang, BNPB Perkuat Distribusi Bantuan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Agu 2026, 10:15
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Petugas mengevakuasi korban gempa di Ronting, Lamba Leda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 18 Agustus 2026 Petugas mengevakuasi korban gempa di Ronting, Lamba Leda, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 18 Agustus 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Hingga Rabu, 19 Agustus 2026, tercatat 71 orang meninggal dunia akibat gempa yang terjadi pada 15-19 Agustus 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan tambahan satu korban tercatat di Kabupaten Nagekeo. Pemerintah juga memastikan penyaluran bantuan bagi warga terdampak dan para pengungsi terus berjalan.

"Jumlah korban bertambah satu orang menjadi 71 yaitu di Kabupaten Nagekeo. Kami dari pemerintah mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya keluarga kita, juga memastikan bantuan terus terdistribusi bagi masyarakat yang saat ini ada di tempat-tempat pengungsian maupun daerah terdampak," kata Berton dalam konferensi pers yang diikuti secara daring dari Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

Berton meminta para penyintas gempa di NTT tetap tenang. Pemerintah, kata dia, terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.

Baca JugaPemerintah Kirim 253 Ton Logistik untuk Korban Gempa NTT hingga Hari Kelima

Hingga Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB, BNPB mencatat pengiriman bantuan logistik melalui jalur udara telah mencapai 165 ton. Sementara itu, total bantuan yang dikirim selama periode 15-18 Agustus 2026 mencapai 398 ton.

Distribusi melalui jalur darat masih menjadi moda utama dalam pengiriman bantuan ke wilayah terdampak.

"Kami juga mengalami kendala yakni karakter geografis di Flores yang saat ini sulit dijangkau. Oleh karena itu bantuan disalurkan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi akses dari kecamatan sampai ke titik pengungsian. Optimasi transportasi laut juga digunakan untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan dukungan logistik dalam jumlah yang cukup besar," ujarnya.

BNPB juga menghadapi kendala dalam pendataan warga yang mengungsi secara mandiri. Kondisi tersebut membuat penyaluran kebutuhan kepada para pengungsi membutuhkan waktu lebih panjang.

Baca JugaPasca Gempa NTT, Menko AHY Instruksikan Pengerahan Alat Berat dan Percepatan Jalur Logistik

"Karena kami memang butuh waktu untuk mendata, juga akses ke desa-desa tidak mudah karena kondisi jalan yang labil. Namun penanganan pengungsi saat ini menjadi fokus utama kami karena sebagian masyarakat memilih tidak kembali ke rumah karena rusak dan khawatir akan adanya gempa susulan," paparnya.

Berton menyebut jumlah pengungsi yang tersebar di seluruh wilayah NTT saat ini mencapai 59.647 orang. Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak.

BNPB memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap menjadi prioritas dalam penanganan pascabencana. Bantuan yang disiapkan mencakup kebutuhan pangan, air bersih, tempat tinggal sementara hingga perlengkapan lainnya.

"Kami memastikan kebutuhan dasar seperti makanan dan air bersih, tenda, matras dan selimut, sanitasi dan kebersihan, kebutuhan kelompok rentan terpenuhi. Penanganan pengungsi juga tidak hanya dilakukan di satu lokasi terpusat karena masyarakat yang menjadi korban masih tersebar di berbagai titik," tuturnya.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close