Wamenkomdigi Ungkap 3 Aspek Penting untuk Wujudkan AI Driven Security di Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Agu 2026, 22:46
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam acara Kaspersky Academy Partners Summit 2026 di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria dalam acara Kaspersky Academy Partners Summit 2026 di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyebut terdapat tiga aspek yang perlu diperkuat untuk membangun AI driven security atau sistem keamanan siber berbasis kecerdasan buatan di Indonesia.

Ketiga aspek tersebut mencakup pembentukan regulasi yang adaptif, pertukaran informasi antara industri dan lembaga nasional, serta pengembangan talenta digital. Menurut Nezar, seluruh langkah itu membutuhkan kerja sama antara pemerintah, akademisi, pelaku industri, dan komunitas masyarakat.

"Pertama kita perlu memerlukan proses yang berkelanjutan dan kolaboratif di mana pemerintah, industri, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya secara aktif bersama-sama melakukan penyesuaian regulasi," kata Nezar dalam acara Kaspersky Academy Partners Summit 2026 di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah memberikan kesempatan kepada berbagai pemangku kepentingan untuk berkontribusi dalam penyusunan regulasi keamanan siber.

Pendekatan kolaboratif tersebut juga diterapkan dalam proses penyusunan sejumlah aturan yang saat ini masih berjalan. Beberapa di antaranya yakni peraturan pelaksana Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (PDP) serta rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS).

"Kami mengundang para pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman di lapangan, bukti, dan keahlian mereka agar kerangka regulasi kami tetap praktis, adaptif, dan didasarkan pada risiko nyata di lapangan," kata Nezar.

Aspek kedua yang disoroti Nezar berkaitan dengan pentingnya pertukaran informasi secara berkala antara sektor industri dan lembaga nasional. Komunikasi tersebut diperlukan, terutama untuk membahas pemanfaatan teknologi AI dalam mendeteksi berbagai bentuk serangan siber.

Baca JugaWamenkomdigi Nezar Tekankan Penguatan SDM dan Infrastruktur untuk Bangun AI Nasional Berdaulat

 

Menurut dia, pertukaran informasi tidak cukup hanya digunakan untuk memahami pola serangan. Industri bersama lembaga nasional juga perlu menghasilkan teknologi yang mampu mendeteksi sekaligus mencegah ancaman siber.

Pengembangan teknologi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat secara luas. Penggunaannya tidak sebatas untuk perusahaan besar, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari.

"Seperti layanan menyaring panggilan telepon, layanan pemeriksaan identitas palsu, dan layanan sistem verifikasi pemerintah yang dapat digunakan secara nasional," kata Nezar mencontohkan jenis-jenis solusi AI yang dapat dikembangkan menciptakan AI driven security.

Aspek terakhir yang perlu diperkuat adalah pengembangan talenta digital. Menurut Nezar, pemerintah bersama para pemangku kepentingan harus membangun sumber daya manusia yang memiliki kemampuan di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan.

Wamenkomdigi menilai keberadaan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor utama dalam membangun AI driven security. Talenta digital tidak hanya berperan dalam menciptakan solusi, tetapi juga bertugas membangun tata kelola dan memastikan teknologi tersebut dapat berfungsi secara optimal.

Karena itu, Nezar mendorong universitas di Indonesia serta mitra industri untuk ikut mengambil peran dalam mencetak talenta digital di bidang keamanan siber. Pengembangan tersebut diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional, termasuk pada posisi-posisi strategis.

Upaya tersebut juga diharapkan dapat menjangkau masyarakat luas. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan komunitas dapat diarahkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat yang rentan menghadapi ancaman siber dalam aktivitas sehari-hari.

Baca JugaWamenkomdigi Dorong Transformasi Digital Berbasis Solusi Nyata

 

Peningkatan kesadaran mengenai keamanan siber di kalangan masyarakat diharapkan turut mempercepat perkembangan inovasi AI driven security di Indonesia.

"Saya juga mengajak komunitas masyarakat dan industri untuk memperluas jangkauan literasi digital khususnya pada masyarakat rentan seperti para pengguna internet pemula, kalangan pensiunan, hingga pemilik bisnis kecil. Mereka sangatlah rentan untuk menjadi korban dari kejahatan siber, " kata Nezar.

Pengembangan AI driven security semakin penting seiring dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Teknologi tersebut kini memiliki peran yang semakin besar dalam mendukung keamanan siber.

Laporan Global Cybersecurity Outlook 2026 dari World Economic Forum juga menunjukkan besarnya pengaruh AI terhadap sektor keamanan siber. Banyak pemimpin bisnis dalam laporan tersebut menilai kecerdasan buatan sebagai salah satu faktor yang paling signifikan dalam mendorong perubahan di bidang keamanan siber.

Laporan itu menyebut 9 dari 10 pemimpin mengidentifikasi AI berpengaruh pada kerentanan keamanan siber.

Karena itu, kemampuan suatu negara dalam mendukung pengembangan AI driven security menjadi penting. Pengembangan teknologi tersebut diharapkan dapat memastikan AI berfungsi untuk memperkuat keamanan sekaligus mencegah munculnya kerentanan baru.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close